hitekno.com - Viral di media sosial, video curhatan seorang seuami yang kena omel istrinya padahal sedang bantu beres-beres rumah. Kok bisa?
Nampak dalam video viral tersebut, suami ini sudah bantu beres-beres barang di rumah namun malah berujung kena marah istrinya.
Momen itu dibagikan oleh pemilik akun TikTok Kang Rafi, Jumat (17/9/2021). Sedikitnya, 900 ribu pengguna TikTok telah menyaksikan video tersebut.
"Kenapa ya bini gua masih marah-marah padahal dibantuin beberes...," tulis sang pemilik akun sebagai keterangan video viral di media sosial tersebut.
Pria yang mengenakan setelan kaos itu bertanya penyebab sang istri masih memarahinya. Padahal, ia telah berusaha untuk membantu sang istri membereskan rumah.
Sayangnya, cara melipat pakaian pria itu aneh sehingga membuat pakaiannya tidak rapi.
Kemudian, pria tersebut membantu sang istri untuk merapikan tempat tidur.
Namun bukannya melipat selimut, pria itu malah membuatnya menjadi buntalan besar yang kemudian diletakan di atas kasur.
Selanjutnya, ia membantu sang istri untuk mengepel lantai. Lagi-lagi, pekerjaannya tidak beres. Lantai rumahnya justru berubah menjadi basah kuyup.
"Seketika ibu-ibu pada keluar gari goa untuk mengomentari bapak ini," celetuk netizen.
"Mending nggak usah bantuin sekalian deh!" kata netizen.
"Duduk aja mas, dudukmu lebih membantu daripada bantuin," ucap netizen.
"Nggak cuma bini lu, gue juga emsi lihatnya," tutur netizen.
"Kenapa harus dimarahin? Kenapa nggak diusir aja?" canda netizen.
Itulah video viral di media sosial, curhatan suami yang dimarahi istri padahal sudah bantu beres-beres rumah. (Suara.com/ Aulia Hafisa).
Berita Terkini
-
Website Baru Susah Nangkring di Google? Ternyata Ini Rahasia yang Dipakai Banyak Blogger
-
Local Media Community: Masukan terhadap Revisi UU Hak Cipta Demi Masa Depan Ekosistem Media di Indonesia
-
DTI Series 2026 Hadirkan Kolaborasi Pemerintah dan Industri untuk Percepatan Transformasi Digital Indonesia
-
Kolaborasi AI Dataiku dan Palang Merah Singapura Atasi Krisis Bencana
-
Mengapa Kepercayaan Digital di Asia Pasifik Membutuhkan Sistem Terintegrasi