hitekno.com - Netizen Instagram baru-baru ini dibuat geram dengan kisah seorang istri yang nekat menjual motor milik suami dengan harga yang sangat murah. Kisah ini lalu menjadi perbincangan usai diunggah ke Instagram beberapa waktu yang lalu.
Video mengenai istri yang nekat jual motor suami ini diunggah oleh akun @videolucukakak pada Senin (13/12/2021) lalu. Dalam waktu singkat, video ini langsung menjadi viral di Instagram.
Dalam video tersebut, seorang istri menunjukan foto sang suami dengan motor RX King tahun 2008. Berdasarkan caption unggahan, sang suami mengaku bahwa motor ini ia beli dengan harga Rp 3 jutaan.
Melihat motor tersebut terus diparkir di depan rumah, sang istri lalu berinisiatif untuk menjualnya dengan harga yang lebih tinggi dari pembelian pertama yaitu Rp 7 jutaan. Sayangnya, bukannya senang, sang suami justru terlihat sangat kesal.
Bukan tanpa alasan, melihat komentar netizen di kolom balasan unggahan tersebut, motor RX King tahun 2008 itu rupanya dijual dengan harga Rp 30 jutaan. Diduga karena ingin menutup harga asli motor tersebut, sang suami lalu berbohong mengenai harga sebenarnya.
Setelah kisah istri yang nekat jual motor suami ini viral di Instagram, berbagai komentar lalu ditinggalkan oleh netizen yang mengaku geram dengan kisah tersebut.
''Salah dua-duanya sih menurut gue. Suami bohong soal harga, istri nggak sopan main jual-jual aja tanpa izin'' komentar akun lainnya.
''Yang beli Rp 7 jutaan beruntung banget'' ungkap netizen.
Menjadi viral di Instagram, unggahan mengenai istri yang neka jual motor suami dengan harga murah ini lalu telah mendapat lebih dari 5.000 likes dan ratusan komentar dari netizen.
Berita Terkini
-
Website Baru Susah Nangkring di Google? Ternyata Ini Rahasia yang Dipakai Banyak Blogger
-
Local Media Community: Masukan terhadap Revisi UU Hak Cipta Demi Masa Depan Ekosistem Media di Indonesia
-
DTI Series 2026 Hadirkan Kolaborasi Pemerintah dan Industri untuk Percepatan Transformasi Digital Indonesia
-
Kolaborasi AI Dataiku dan Palang Merah Singapura Atasi Krisis Bencana
-
Mengapa Kepercayaan Digital di Asia Pasifik Membutuhkan Sistem Terintegrasi