hitekno.com - Indra Kenz dulu terkenal sebagai sosok yang kerap memamerkan kemewahan dan mengucap slogan "murah banget". Setelah ditetapkan menjadi tersangka penipuan investasi bodong berkedok binary option, video lawas Indra Kenz kembali disorot oleh netizen.
Tak sedikit netizen mengedit video Indra Kenz menjadi postingan parodi. Salah satu momen yang disorot yaitu saat Indra Kenz berteriak bahwa banderol Rp 1 miliar merupakan sesuatu yang sangat murah.
Postingan video yang turut disebarkan oleh akun @say.viideo berhasil viral setelah memperoleh lebih dari 105 ribu tanda suka dan ratusan komentar dari netizen.
"Rp 1 miliar? Wah murah banget!" kata Indra Kenz. Tak disangka, seorang petugas keamanan membuat balasan menohok setelah Indra Kenz dijadikan tersangka. "20 tahun? Wah lama banget," kata salah seorang pria di dalam video.
Dikutip dari Suara.com, Indra Kenz dihadirkan dan meminta maaf setelah dijadikan tersangka penipuan berkedok trading binary option, Binomo di Bareskrim Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (25/3/2022).
Serta Pasal 378 juncto 55 KUHP atas dugaan penipuan. Berdasarkan keterangan Bareskrim Polri, Indra Kenz terancam hukuman 20 tahun penjara.
Postingan video viral mengenai slogan "murah banget" yang dijadikan parodi ini memancing beragam komentar dari netizen.
"Nggak tahu kalau lihat video Si Kenz gitu gue jijik banget," pendapat @j**l6*_.
"Rhoma Irama pernah bernyanyi: bohong kalau pun kau kaya itu awal dari kemiskinan (JUDI)," ucap @tr**ble_f**der.
"From sultan to rutan," komentar @k**to**t. Postingan video viral mengenai konten Indra Kenz yang dijadikan parodi oleh netizen bisa dilihat melalui LINK INI.
Berita Terkini
-
Website Baru Susah Nangkring di Google? Ternyata Ini Rahasia yang Dipakai Banyak Blogger
-
Local Media Community: Masukan terhadap Revisi UU Hak Cipta Demi Masa Depan Ekosistem Media di Indonesia
-
DTI Series 2026 Hadirkan Kolaborasi Pemerintah dan Industri untuk Percepatan Transformasi Digital Indonesia
-
Kolaborasi AI Dataiku dan Palang Merah Singapura Atasi Krisis Bencana
-
Mengapa Kepercayaan Digital di Asia Pasifik Membutuhkan Sistem Terintegrasi