hitekno.com - Mudik merupakan kegiatan tahunan yang dilakukan oleh perantau untuk pulang ke kampung halamannya. Sebuah momen mudik pada tahun 90-an ini berhasil menarik perhatian netizen.
Akun Facebook resmi Perpustakaan Nasional membagikan foto mengenai musim mudik pada tahun 1993.
"Musim mudik tahun 1993, segala cara ditempuh yang penting bisa masuk bus hingga bisa sampai kampung sebelum bedug lebaran ditabuh," tulis Perpustakaan Nasional pada caption-nya.
Foto tersebut pernah dimuat di salah satu surat kabar lawas pada Maret 1993. Itu adalah salah satu arsip Koleksi Surat Kabar Langka Salemba-Perpustakaan Nasional RI (SKALA-Team).
Kita bisa melihat seorang bocah cilik yang harus masuk melalui jendela karena kondisi yang berdesak-desakan. Bocah perempuan yang berumur sekitar dua hingga tiga tahun ini bahkan digendong untuk masuk ke dalam bus tanpa mengenakan baju.
Artikel pada surat kabar lawas itu menginformasikan bahwa arus mudik di Terminal Bus Antarkota Pulogadung, Jakarta Timur mengalami lonjakan signifikan.
Postingan foto lawas musim mudik tahun 1993 ini berhasil viral setelah dibagikan puluhan kali oleh netizen. Unggahan foto jadul tersebut memancing beragam komentar dari netizen.
"Sekarang semua sudah lebih baik walaupun belum sempurna," komentar L**t M.
"Hmm menang benar begitu kata ibuku. Dulu memang desak-desakannya parah," ungkap Ke**n H**di.
"Alhamdulillah semenjak ada program mudik bersama gratis dari perusahaan besar nggak ada lagi yang namanya desak-desakan," pendapat B**ri Ut**i. Itulah tadi foto jadul mengenai musim mudik di tahun 1990-an, bagaimana pendapat kalian?
Berita Terkini
-
Mengenal Gauth AI, Bantu Siswa dari Mencari Jawaban hingga Menguasai Pelajaran
-
Website Baru Susah Nangkring di Google? Ternyata Ini Rahasia yang Dipakai Banyak Blogger
-
Local Media Community: Masukan terhadap Revisi UU Hak Cipta Demi Masa Depan Ekosistem Media di Indonesia
-
DTI Series 2026 Hadirkan Kolaborasi Pemerintah dan Industri untuk Percepatan Transformasi Digital Indonesia
-
Kolaborasi AI Dataiku dan Palang Merah Singapura Atasi Krisis Bencana