hitekno.com - Laporan terbaru mengungkap daftar CEO dengan gaji tertinggi di dunia saat ini, dengan menampilkan sederet tokoh ternama di jajaran teratas.
Tidak lain Elon Musk berada di puncak daftar CEO dengan gaji tertinggi di dunia selama 2021 kemarin berdasarkan laporan Fortune 500.
Di tahun itu CEO Tesla dan SpaceX ini mendapatkan gaji sekitar 23,5 miliar dolar AS atau Rp 341 triliun.
Kemungkinan dia juga bakal memiliki Twitter di akhir tahun nanti, sebagaimana diungkap India Today, Senin (30/5/2022).
Di bawah Elon Musk ada CEO Apple, Tim Cook. Selama tahun 2021 Cook mendapatkan 770,5 juta dolar AS atau Rp 11,2 triliun.
Peringkat ketiga ada Jensen Huang dari Nvidia yang menerima 561 juta dolar AS atau Rp 8,1 triliun sepanjang 2021.
Lalu peringkat keempat ada Reed Hasting selaku CEO Netflix dengan bayaran 453.5 juta dolar AS atau Rp 6,5 triliun.
Bos teknologi lainnya adalah Satya Nadella dari Microsoft. Sepanjang 2021 ia menerima bayaran 309,4 juta dolar AS atau Rp 4,4 triliun.
- Elon Musk, Tesla: 23.5 miliar dolar AS (Rp 341 triliun)
- Tim Cook, Apple: 770.5 juta dolar AS (Rp 11,2 triliun)
- Jensen Huang, NVIDIA: 561 juta dolar AS (Rp 8,1 triliun)
- Reed Hastings, Netflix: 453.5 juta dolar AS (Rp 6,5 triliun)
- Leonard Schleifer, Regeneron Pharmaceuticals: 452.9 juta dolar AS (Rp 6,5 triliun)
- Marc Benioff, Salesforce: 439.4 juta dolar AS (Rp 6,3 triliun)
- Satya Nadella, Microsoft: 309.4 juta dolar AS (Rp 4,4 triliun)
- Robert A. Kotick, Activision Blizzard: 296.7 juta dolar AS (Rp 4,3 triliun)
- Hock E. Tan, Broadcom: 288 juta dolar AS (Rp 4,1 triliun)
- Safra A. Catz, Oracle: 239.5 juta dolar AS (Rp 3,4 triliun)
Itulah daftar CEO dengan gaji tertinggi di dunia sepanjang 2021 kemarin, dengan menempatkan Elon Musk di puncak. (Suara.com/ Dicky Prastya).
Berita Terkini
-
Kolaborasi AI Dataiku dan Palang Merah Singapura Atasi Krisis Bencana
-
Mengapa Kepercayaan Digital di Asia Pasifik Membutuhkan Sistem Terintegrasi
-
Laba Bersih Arkadia Digital Media Melonjak 45,1 Persen Sepanjang 2025
-
Peran Penting Identitas Digital Dalam Sistem Akses Terintegrasi Di Asia
-
Mengenal Keunggulan Pippit AI, Sulap Rekaman Video Buram Jadi Jernih