hitekno.com - Eimi Fukada, bintang film dewasa Jepang ini telah meluncurkan channel YouTube pada Januari 2021 kemarin. Kurang dari dua tahun menjadi Youtuber, ia telah mencapai lebih dari 1 juta subscriber.
Wanita kelahiran 18 Maret 1998 ini, memang terkenal cukup aktif di media sosial. Selain menjadi Youtuber, ia juga aktif di Instagram maupun Twitter. Dan terbaru ia membuat akun TikTok juga.
Di Instagram, bintang film dewasa Jepang ini memiliki lebih dari 1,3 juta follower. Sedangkan di Twitter ia memiliki lebih dari 2,6 juta pengikut. Lebih hebatnya lagi, di TikTok sudah mengumpulkan lebih dari 4,9 juta follower.
Channel YouTube milik gadis yang pernah bernama Amami Kokoro ini juga tidak kalah sukses. Ketika artikel ini dibuat, ia telah mengumumkan lebih dari 1 juta subscriber.
Dalam pantauan tim HiTekno.com, channel YouTube Eimi Fukada telah mencapai 1,14 juta subscriber. Angka ini dicapainya kurang dari dua tahun saja.
Tidak hanya satu, Eimi Fukada juga memiliki channel YouTube lain yang lebih 'ramah'. Dalam channel keduanya ia sering membagikan tips makeup dan berbagai aktivitas lain.
Channel YouTube kedua ini diketahui memiliki jumlah subscriber yang lebih sedikit. Sudah delapan bulan ia membuat, channel ini baru mendapatkan 86 ribu subscriber.
Nama asal:
Tempat dan Tanggal Lahir: 18 Maret 1998 (umur 24) Prefektur Tochigi, Jepang
Kebangsaan: Jepang
Nama lain: Amami Kokoro
Pekerjaan: Idola film dewasa, YouTuber
Tahun aktif: 2017–sekarang
Agen: FortyFourManagement
Tinggi: 158 cm
Terutama video-video yang berisikan berbagai konten tidak untuk semua umur, tidak ditemukan adanya iklan yang muncul di sana.
Meski sukses sebagai Youtuber dengan 1 juta subscriber, Eimi Fukada masih tetap aktif sebagai bintang film dewasa Jepang.
Tag
Berita Terkini
-
Website Baru Susah Nangkring di Google? Ternyata Ini Rahasia yang Dipakai Banyak Blogger
-
Local Media Community: Masukan terhadap Revisi UU Hak Cipta Demi Masa Depan Ekosistem Media di Indonesia
-
DTI Series 2026 Hadirkan Kolaborasi Pemerintah dan Industri untuk Percepatan Transformasi Digital Indonesia
-
Kolaborasi AI Dataiku dan Palang Merah Singapura Atasi Krisis Bencana
-
Mengapa Kepercayaan Digital di Asia Pasifik Membutuhkan Sistem Terintegrasi