hitekno.com - Maraknya jual beli online membuat kurir semakin sibuk dalam mengantarkan paket ke pelanggan. Momen kurir online yang membawa paket melalui jalan anti mainstream ini sukses bikin netizen salfok.
Pengguna TikTok dengan akun bernama @saasaa210 membagikan momen saat seorang kurir paket melangkah secara perlahan.
"Kurir paket," tulis @saasaa210 pada caption. Postingan video yang dibagikan berhasil viral setelah ditonton lebih dari 5 juta kali dan memperoleh 660 ribu tanda suka.
Kita bisa melihat seorang pria yang berjalan di antara kayu. Ternyata kurir paket ini melewati sebuah jalan atau jembatan kayu yang sedang dibangun.
Apabila tak berhati-hati, kurir paket tersebut bisa tercebur ke sungai di bawahnya. Ia nampak melangkah dari rangka kayu satu ke rangka kayu lain sembari menggenggam paket.
Tak sedikit netizen yang menyeletuk bahwa kurir paket itu bak mengikuti acara gameshow TV Ninja Warrior. Meski begitu, pria ini tak berpartisipasi di acara TV mengingat hal tersebut adalah pekerjaan sehari-harinya.
Dilihat dari alamat pada paket, kurir nampak mengantar barang ke Muara Tapus. Itu adalah salah satu desa di Kecamatan Amuntai Tengah, Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kalimantan Selatan.
"Gue yang matanya minus langsung nyungsep lewat jalan beginian (emoticon menangis)," kata @j**l*y.
"Dia yang jalan gue malah ketar-ketir," tulis @ma**sia**blok.
"Ngantar paket berasa ikut Ninja Warrior dadakan," komentar @you**ra**ri*h.
"Kalau COD terus ditolak rasanya gimana tuh," ucap @rac**s**pee.
Postingan video viral mengenai kurir paket yang melintas di jalan anti mainstream bisa dilihat melalui LINK INI.
Berita Terkini
-
Mengenal Gauth AI, Bantu Siswa dari Mencari Jawaban hingga Menguasai Pelajaran
-
Website Baru Susah Nangkring di Google? Ternyata Ini Rahasia yang Dipakai Banyak Blogger
-
Local Media Community: Masukan terhadap Revisi UU Hak Cipta Demi Masa Depan Ekosistem Media di Indonesia
-
DTI Series 2026 Hadirkan Kolaborasi Pemerintah dan Industri untuk Percepatan Transformasi Digital Indonesia
-
Kolaborasi AI Dataiku dan Palang Merah Singapura Atasi Krisis Bencana