hitekno.com - Orangtua tentu tak tega apabila melihat anaknya menderita. Seorang ibu yang rela menjual ginjal gegara sang anak terlilit utang pinjol ini membuat netizen bersedih.
Akun @satbinmas_polreslebak membagikan video saat seorang wanita membentangkan poster untuk menjual ginjal.
"Jual ginjal hubungi: 089541*****," bunyi keterangan pada poster. Wanita tersebut lantas diamankan oleh aparat yang berada di dekat jalan.
Akun @satbinmas_polreslebak mengungkap bahwa seorang ibu berinisial ER (59) ini nekat menjual ginjal karena sang anak terjerat pinjaman online (pinjol) sebesar Rp 200 juta.
Wanita tersebut membentangkan poster di dekat Kantor BPJS Kesehatan Tuban, Jawa Timur. Ibu ini tak tega karena sang anak terus dikejar-kejar oleh debt collector dari pinjol.
Ia rupanya ditagih oleh DC pinjol setiap hari. Jumlah bervariasi dari 800 ribu hingga Rp 1 juta. Sang anak sudah pergi dari rumah sehingga ia menanggung beban utang fantastis tersebut.
"Pergi tidak tahu ke mana saat ini anak saya. Karena ditagih terus, sampai datang ke rumah. Angsuran tiap hari ada yang 800 ratus (ribu rupiah) sampai satu juta (rupiah) lebih," kata ER.
ER merupakan seorang janda yang ditinggal meninggal suaminya pada tahun ini. Wanita tersebut mengetahui bahwa tindakan tersebut dilarang oleh pemerintah dan agama, namun ia tetap melakukannya karena terpaksa.
Postingan viral mengenai ibu yang rela menjual ginjal dengan sang anak itu mendapat beragam komentar dari netizen.
"Duh ngeri parah," kata @ez**.z*.
"Ya Allah, sedih banget ini," ungkap @sa**k*yki.
"Sedih aku melihatnya (meminjamkannya gampang) tetapi nanti nagihnya sadis," pendapat @pa**at*tol.
Postingan viral mengenai ibu yang nekat jual ginjal gegara sang anak terlilit pinjol bisa dilihat melalui LINK INI.
Berita Terkini
-
Website Baru Susah Nangkring di Google? Ternyata Ini Rahasia yang Dipakai Banyak Blogger
-
Local Media Community: Masukan terhadap Revisi UU Hak Cipta Demi Masa Depan Ekosistem Media di Indonesia
-
DTI Series 2026 Hadirkan Kolaborasi Pemerintah dan Industri untuk Percepatan Transformasi Digital Indonesia
-
Kolaborasi AI Dataiku dan Palang Merah Singapura Atasi Krisis Bencana
-
Mengapa Kepercayaan Digital di Asia Pasifik Membutuhkan Sistem Terintegrasi