hitekno.com - Asisten digital dari Microsoft, yaitu Cortana, sepertinya akan meninggalkan sistem operasi Windows. Menurut laporan terbaru dari XDA Developers, hal ini disebabkan karena Cortana tidak dapat bersaing dengan Amazon Alexa, Google Assistant, dan Siri.
Meskipun Cortana merupakan alat yang berguna untuk membantu navigasi produk Microsoft, namun ia tidak memiliki daya tahan yang sama seperti asisten lainnya.
Selama beberapa tahun terakhir, perlu diketahui bahwa Cortana bak tenggelam dan makin tak populer. Namun, Microsoft berencana untuk melangkah maju dan mengimplementasikan Copilot yang menggunakan GPT-4 ke dalam produk-produknya.
Dilansir dari Android Headlines, Microsoft telah melakukan langkah besar dalam bidang kecerdasan buatan dengan menggunakan ChatGPT sebagai mesin utamanya. Minggu lalu, perusahaan ini memperkenalkan Windows Copilot yang seharusnya menjadi pengganti Cortana. Yang lama akan digantikan oleh yang baru.
Microsoft tidak memberikan tanggal pasti atau perkiraan yang jelas; mereka hanya menyebutkan akhir tahun 2023. Tampaknya Cortana hanya memiliki beberapa bulan lagi di Windows.
Asisten suara tersebut tidak sepenuhnya terintegrasi dalam sistem operasi, melainkan berfungsi sebagai aplikasi mandiri. Letaknya sangat tersembunyi, sehingga banyak orang mungkin tidak mengetahuinya.
Jika Anda adalah pengguna setia Cortana, maka mungkin Anda perlu mengucapkan selamat tinggal dalam beberapa bulan ke depan.
Namun, kepergian Cortana dari Windows tidak berarti bahwa ia akan hilang sama sekali. Microsoft menegaskan bahwa Cortana masih akan tersedia di Outlook mobile, Teams display, Teams mobile, dan Teams rooms.
Berita Terkini
-
Website Baru Susah Nangkring di Google? Ternyata Ini Rahasia yang Dipakai Banyak Blogger
-
Local Media Community: Masukan terhadap Revisi UU Hak Cipta Demi Masa Depan Ekosistem Media di Indonesia
-
DTI Series 2026 Hadirkan Kolaborasi Pemerintah dan Industri untuk Percepatan Transformasi Digital Indonesia
-
Kolaborasi AI Dataiku dan Palang Merah Singapura Atasi Krisis Bencana
-
Mengapa Kepercayaan Digital di Asia Pasifik Membutuhkan Sistem Terintegrasi