Minggu, 16 Juni 2024
Agung Pratnyawan | Rezza Dwi Rachmanta : Selasa, 26 Juni 2018 | 12:30 WIB

Hitekno.com - Fenomena Blood Moon dan gerhana bulan total pada Juli 2018 nanti akan menjadi yang terpanjang di abad 21 ini. 

Gerhana ini akan berlangsung 1 jam 43 menit atau hampir 40 menit lebih lama dari pada yang terjadi pada 31 Januari lalu.

Menurut seorang astronom Bruce McClure dari EarthSky, gerhana akan mencapai puncak sekitar pukul 20.22 waktu UTC. (waktu Universal).

Sumber: Timeanddate.com

Gerhana parsial mendahului dan mengikuti gerhana bulan total terpanjang di abad ini. Jadi, dari awal sampai akhir, bulan membutuhkan waktu hampir 4 jam (3 jam dan 55 menit) untuk menyeberangi bayangan umbra Bumi yang gelap.

Gerhana bulan ini akan terlihat terutama di belahan Bumi Timur (Eropa, Afrika, Asia, Australia, dan Selandia Baru).

Amerika Selatan, setidaknya sebagian, juga dapat menyaksikan tahap akhir gerhana setelah matahari terbenam 27 Juli, sedangkan Selandia Baru akan menangkap tahap awal gerhana sebelum matahari terbit 28 Juli.

Sumber: Timeanddate.com

Gerhana terbesarnya (20:22 UTC) terjadi pada atau sekitar tengah malam untuk Madagaskar dan Timur Tengah. Eropa dan Afrika akan melihat gerhana terbesar selama jam malam (antara matahari terbenam dan tengah malam pada 27 Juli).

Sedangkan sebagian besar Asia, Indonesia dan Australia akan melihat gerhana terbesar di pagi hari (antara tengah malam dan matahari terbit pada 28 Juli).

BACA SELANJUTNYA

One Punch Man: Apakah Saitama Bisa bernafas di Luar Angkasa?