Dinar Surya Oktarini | Rezza Dwi Rachmanta
Perubahan Iklim Makin Parah dan Krisis Besar Dimulai Tahun 2040

hitekno.com - Perubahan iklim sudah sejak lama diperingatkan oleh para ilmuwan. Para ahli memperingatkan bahwa kita akan menghadapi dunia baru yang penuh dengan krisis.

Bahkan jika negara-negara berpegang pada perjanjian Paris dan menjaga pemanasan global di bawah dua derajat, itu masih akan menjadi suatu bencana.

Laporan terbaru dari PBB mengeluarkan penelitian yang menggegerkan tentang perubahan iklim.

Jika pemerintah di tiap negara tak mengambil langkah besar dalam dekade selanjutnya, maka kita akan mengalami krisis besar.

Dalam penelitian yang dilakukan oleh sekelompok ilmuwan, manusia akan mengalami kekurangan makanan yang parah, kebakaran hutan meningkat, dan kematian terumbu karang skala besar pada tahun 2040.

Laporan ini juga memprediksi masalah yang lebih serius, termasuk potensi migrasi puluhan juta orang dan juga berpotensi meningkatkan risiko perang di masa depan.

IPCC merupakan badan resmi PBB untuk melakukan penelitian ilmiah terkait dengan perubahan iklim. Organisasi ini didirikan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) pada tahun 1988.

Tugas utama organisasi tersebut adalah melakukan penelitian ilmiah mengenai perubahan iklim dan risiko yang akan manusia terima di masa depan.

Dalam situs resmi IPCC, jika emisi terus berlanjut pada tingkat saat ini, maka suhu akan menggagalkan batas perjanjian Paris pada tahun 2040.

Itu akan menyebabkan daerah garis pantai menjadi banjir dan badai akan lebih parah.

Terjadi pergeseran musim hujan pada banyak daerah di Asia dan Afrika. Jika ditotal, biaya kerusakan akan mencapai 54 triliun dolar AS atau Rp 821 ribu triliun rupiah.

Efek akan makin membesar sehingga menyebabkan migrasi manusia dalam angka puluhan juta. Migrasi dan kemiskinan diprediksi akan menyebabkan konflik dan perang.

IPCC mengakui bahwa sebagian besar negara tidak berada di jalur untuk memenuhi batas dua derajat Celcius (batas maksimal) pada Perjanjian Paris.

Sangat sedikit negara yang mau memenuhi batas bawah suhu pemanasan global sebesar 1,5 derajat Celcius.

Laporan dari para ilmuwan yang tergabung di IPCC harus mendapatkan perhatian lebih oleh banyak negara.

Perubahan iklim merupakan masalah yang akan kita hadapi bersama, kerja sama dan kesadaran manusia yang akan menjadi kuncinya.