Sabtu, 26 September 2020
Agung Pratnyawan | Rezza Dwi Rachmanta : Kamis, 14 Februari 2019 | 21:30 WIB

Hitekno.com - Seorang pemburu dengan reputasi terkenal asal Texas, Bryan Harlan diketahui telah membayar 110 ribu dolar AS atau Rp 1,5 miliar untuk berburu hewan langka.

Bryan Harlan diketahui mendapatkan izin berburu resmi dari pemerintah Pakistan setelah membayar uang sebesar itu.

Hewan langka yang boleh diburu oleh Bryan Harlan adalah hewan yang menjadi maskot negara Pakistan, Astore Markhor (Capra falconeri falconeri).

Hewan langka tersebut merupakan sub-spesies dari markhor, kambing liar di sekitar pegunungan Himalaya yang semakin terbatas jumlahnya.

Astore Markhor dikenal sangat eksentrik berkat tanduknya yang seperti sekrup.

Setelah membayar sebesar Rp 1,5 miliar Bryan Harlan mendapatkan izin berburu dari pemerintah lokal lengkap dengan pemandu yang tinggal di sekitarnya.

Sebuah video yang diunggah oleh akun YouTube Adam Mayo Hunter memperlihatkan Bryan Harlan saat berburu hewan langka Astore Markhor di wilayah Gilgit-Baltistan, Himalaya utara, Pakistan.

Seekor Astore Markhor terlihat terhempas dan sempat melayang ke udara setelah terkena peluru dari Bryan Harlan.

Aksi Bryan Harlan menembak hewan langka ini langsung mendapatkan sorotan dari aktivis perlindungan hewan.

Markhor liar diketahui sudah masuk daftar merah IUCN sebagai hewan terancam punah.

Jumlahnya di alam liar diketahui hanya tinggal 2.500 ekor.

''Hewan langka malang yang berdiri di samping anaknya yang terlihat bahagia harus mati di tangan seorang pria dan bantuan 14 warga lokal. Tuhan tolong beri-orang-orang ini kebijaksanaan,'' komentar salah satu netizen dengan akun Rk Al.

''Saya harap seseorang juga dapat dibayar untuk menembak orang-orang ini,'' tulis razorback9926.

Markhor yang ditembak di depan anaknya. (Facebook/ Abdullah Khalid)

Dikutip dari Daily Mail, pemerintah Pakistan sebenarnya menjadikan perburuan lokal atas hewan tersebut sebagai tindakan ilegal.

Namun mereka mengizinkan pemburu asing membunuh 12 kambing jantan markhor per musim dengan izin.

Setiap izin memungkinkan seorang pemburu untuk melakukan satu pembunuhan.

Delapan puluh persen biaya selangit akan diberikan kepada komunitas lokal setempat, sementara 20 persen sisanya diberikan kepada agen satwa liar Pakistan.

Pemerintah dan kelompok konservasi setempat mengatakan bahwa pembunuhan itu sebenarnya menyelamatkan spesies dari kemungkinan punah dengan cara menghapus perburuan liar.

Itulah tadi aksi seorang pria yang membunuh hewan langka dan memicu kontroversi, bagaimana dengan pendapat kamu?