hitekno.com - Salah satu startup di China, Watrix baru-baru ini mengatakan sedang dalam tahap pengujian terhadap perangkat lunaknya yang dapat mengidentifikasi seseorang dari jarak 50 meter dan cara mereka berjalan.
Perangkat kecerdasan ini bahkan dapat mengenali seseorang meski orang tersebut sudah menutupi wajah bahkan membelakangi kamera sekalipun.
Dilansir dari laman South China Morning Post, teknologi ini bekerja dengan menganalisis ribuan metrik tentang cara berjalan seseorang.
Dilihat dari kontur tubuh ke sudut gerakan lengan hingga apakah seseorang tersebut memiliki gaya berjalan dengan jari kaki keluar atau ke dalam untuk kemudian dibagun dalam basis data.
Fitur pengenalan ini menjadi keunggulan sendiri dan sangat berguna dalam menangkap penjahat selama pelarian dan cenderung menghindari wajah mereka dari kamera pengawas.
Polisi di jalan-jalan Beijing, Shanghai dan Chongqing kini telah menjalankan uji coba teknologi pengenalan gaya berjalan ini.
Perusahaan kini telah resmi meluncurkan versi 2.0-nya beberapa waktu lalu yang juga mendukung analisis feed kamera real time.
Saat ini basis data terus bertambah mencakup orang-orang dengan catatan gaya berjalan sebelumnya.
Selain Watrix, beberapa perusahaan baru di China sebelumnya seperti SenseTime dan Megvii Inc meluncurkan aplikasi inovatif AI untuk revolusi industri 4.0 selanjutnya.
Sejauh ini teknologi pengenalan cara berjalan untuk mengidentifikasi seseorang besutan startup Watrix sedang dalam pembicaraan dengan perusahaan keamanan dari Singapura, India, Belanda, Rusia dan Republik Ceko untuk kontrak pengenalan wajah dan berjalan dapat dilakukan sekaligus untuk menganalisis video offline maupun real time.
Berita Terkini
-
7 Fenomena Langit Agustus 2026, Hujan Meteor hingga Gerhana Matahari
-
Indonesia Terancam Kehilangan Pengetahuan yang Selama Ratusan Tahun Menjaga Alam
-
Bukan Sekadar Hiburan, Ternyata Film Horor Bisa Latih Mental Hadapi Stres
-
Ilmuwan Temukan Topeng dan Cangkir Berusia 5.000 Tahun, Terbuat dari Tulang Manusia
-
BMKG Ungkap Biang Kerok Cuaca Panas, Musim Pancaroba dan Posisi Matahari Jadi Alasan