Senin, 25 Maret 2019
Agung Pratnyawan | Rezza Dwi Rachmanta : Kamis, 14 Maret 2019 | 20:30 WIB

Hitekno.com - Makin kompleksnya masalah di suatu negara atau keinginan untuk mendapatkan hidup yang lebih baik, membuat orang-orang berbondong-bondong menjadi imigran. PBB merilis data mengenai negara mana saja yang mempunyai populasi imigran paling banyak.

Menurut PBB, Amerika Serikat memiliki jumlah imigran (individu kelahiran asing) tertinggi, dengan 48 juta imigran pada tahun 2015.

Angka itu berarti lima kali lebih banyak daripada di Arab Saudi dengan 11 juta imigran. Angka 48 juta imigran juga berarti enam kali lebih banyak daripada di Kanada dengan 7,6 juta imigran.

Namun kedua negara di atas memiliki angka yang lebih besar jika dibandingkan pada rasio imigran dan rasio jumlah penduduk asli.

Arab Saudi dan Kanada memiliki rasio imigran dengan jumlah penduduk asli lebih banyak yaitu 34 persen dan 21 persen, dibandingkan dengan 15 persen di Amerika Serikat.

PBB membagi negara-negara dengan jumlah imigran besar berdasarkan lima kategori.

15 negara dengan jumlah populasi imigran paling banyak. (Gilles Pison Research berdasarkan data PBB)

 

Pertama, negara-negara yang berpenduduk jarang tetapi memiliki sumber daya minyak yang melimpah.

Biasanya negara ini memiliki imigran yang lebih banyak dibandingkan dengan jumlah populasi asli. Berdasarkan data tahun 2015, proporsi imigran tertinggi di dunia ditemukan dalam grup ini.

Negara yang ikut kategori pertama termasuk Uni Emirat Arab (87 persen), Kuwait (73 persen), dan Qatar (68 persen). Selain itu, ada juga Arab Saudi, Bahrain, dan Oman, di mana proporsinya berkisar dari 34 persen hingga 51 persen.

Kelompok kedua terdiri dari wilayah yang sangat kecil atau negara mikro, biasanya terkait dengan aturan pajak khusus.

Negara yang masuk di kategori ini adalah Makau (57 persen), Monako (55 persen), dan Singapura (46 persen).

Kelompok ketiga terdiri dari negara-negara yang sebelumnya ditetapkan sebagai negara dengan populasi jarang, namun memiliki peluang hidup lebih baik.

Proporsi imigran dengan populasi asli. (Gilles Pison Research berdasarkan data PBB)

 

Negara yang masuk dalam kelompok ini mencakup Australia (28 persen) dan Kanada (21 persen).

Kelompok keempat mirip dengan kelompok ketiga namun lebih menarik dalam hal pembangunan.

Proporsi imigran pada kelompok ini berkisar antara 9 persen hingga 17 persen. Negara-negara yang masuk kategori ini mencakup Austria, Swedia, Amerika Serikat, Inggris, Spanyol, Jerman, Prancis, Belanda, Belgia, dan Italia.

Kelompok kelima disebut sebagai ''negara-negara suaka pertama''. Negara-negara ini biasanya menerima arus besar pengungsi karena konflik negara tetangga.

Sebagai contoh, pada akhir tahun 2015, 1 juta pengungsi Suriah dan Irak tinggal di Lebanon (setara 20 persen dari populasi asli). Sekitar 400 ribu pengungsi dari Sudan tinggal di Chad (3 persen dari populasi).

Deretan negara yang paling banyak mengirim emigran. (Gilles Pison Research berdasarkan data PBB)

 

Tak hanya imigran (orang yang masuk), PBB juga merilis data mengenai jumlah emigran (orang keluar).

Dikutip dari WE Forum (World Economic Forum), India memimpin sebagai jumlah negara dengan pengirim emigran paling tinggi (15,9 juta).

Tempat kedua dan ketiga ditempati oleh Meksiko dan Rusia dengan jumlah emigran masing-masing 12,5 juta dan 10,4 juta. Rasio paling tinggi ditempati Suriah dengan 6,2 juta emigran atau setara dengan 33,3 persen populasi asli.

Berdasarkan rekaman data PBB, jumlah imigran lebih akurat daripada emigran karena negara cenderung kurang peduli pada perekaman data orang yang telah keluar dari negaranya sendiri.