Kamis, 09 Februari 2023
Dinar Surya Oktarini | Rezza Dwi Rachmanta : Selasa, 02 April 2019 | 20:15 WIB

Aktifkan Notifikasimu

Jadilah yang pertama menerima update berita penting dan informasi menarik lainnya.

Hitekno.com - Bangkai seekor paus hamil berjenis paus sperma yang hanyut di pantai Sardinia, Italia, menghebohkan organisasi lingkungan dan penyelamat hewan.

Bagaimana tidak, setelah diteliti oleh dokter hewan, paus hamil tersebut mati dengan membawa 22 kilogram sampah plastik di dalam perutnya.

Luca Bittau, pemimpin organisasi non profit perlindungan hewan laut, SeaMe, mengatakan bahwa isi perut paus hamil tersebut sangat mengenaskan.

Ia menerangkan kondisi janin berada pada tingkat lanjut sehingga kemungkinan sebentar lagi akan lahir.

Namun sayangnya, ibu beserta calon anak paus sperma tersebut harus mati sebelumnya.

''Kantong sampah, jaring, benang pancing, tabung, sampah plastik lainnya ditemukan pada bangkai paus hamil yang mati,'' kata Luca Bittau dalam keterangannya.

Dikutip dari CNN, paus sperma betina itu memiliki panjang 8 meter dan hanyut di pantai wisata Sardinia Porto Cervo, Italia.

Bittau mengatakan bahwa pemeriksaan dilakukan oleh dokter hewan di Padua, Italia utara.

Bangkai paus hamil dari jarak dekat. (Facebook/ SeaMe Sardinia)

Sergio Costa, Menteri Lingkungan Hidup Italia, mengatakan dalam sebuah postingan di Facebook, ''Apakah masih ada orang yang menganggap ini bukan masalah penting?''

Costa menjelaskan bahwa selama ini kita sudah terlalu nyaman dengan benda-benda sekali pakai yang umumnya terbuat dari plastik.

Bekerja sama dengan European Parliament, Costa akan menerapkan larangan penggunaan benda-benda sekali pakai dari plastik seperti sedotan, cotton buds dan peralatan makan, pada tahun 2021.

Ia berjanji bahwa Italia akan menjadi salah satu negara pertama yang mengimplementasikannya.

Unggahan dan kecaman Menteri Lingkungan Hidup Italia ketika melihat bangkai paus hamil mati. (Facebook/ Sergio Costa)

''Perang menggunakan plastik sekali pakai telah dimulai, kita tidak akan berhenti di sini,'' kata Costa dalam keterangan resminya.

Organisasi perlindungan hewan mungkin harus banyak bersabar dan menahan emosinya tahun ini.

Bulan Maret 2019, seekor paus muda ditemukan tewas di Filipina dengan membawa 40 kilogram kantong plastik di perutnya.

Paus hamil yang baru saja ditemukan dan mati membawa 22 kilogram sampah merupakan sebuah pesan bahwa plastik yang dibuang manusia bisa sangat menyiksa hewan laut.

BACA SELANJUTNYA

Punah Sejak 1936, Ilmuwan Ingin Hidupkan Kembali Harimau Tasmania