Agung Pratnyawan | Rezza Dwi Rachmanta
Jet Tempur F-35 Jatuh di Pasifik, China Berpeluang Mencuri Teknologinya

hitekno.com - Militer Jepang melaporkan pada hari Selasa (09/10/2019) bahwa mereka baru saja kehilangan jet tempur F-35 di wilayah Pasifik. Amerika Serikat bisa berada dalam masalah besar apabila Rusia atau China menemukannya terlebih dahulu.

Jet tempur atau pesawat jet siluman F-35 memiliki teknologi tinggi yang di dalamnya terkandung rahasia kekuatan Amerika Serikat.

Militer Jepang mengatakan bahwa F-35 jatuh sekitar 130 kilometer dari pantai timur prefektur Aomori, Jepang di Pasifik.

Para ahli dan pengamat militer berani bertaruh bahwa Rusia dan China akan melakukan apa saja untuk melihatnya terlebih dahulu.

Rusia dan China mungkin tidak dapat merekonstruksi F-35 dengan sempurna, namun apabila salah satu teknologinya ditemukan kedua negara tersebut, akan menjadi pukulan telak bagi AS.

Seorang purnawirawan tentara AS, Letnan Jenderal Angkatan Udara AS David Deptula menjelaskan situasi kini berubah menjadi tidak baik.

''Intinya bahwa itu tidak baik bagi masa depan kekuatan udara AS jika Jepang atau AS tidak cepat menemukan jet itu,'' kata Deptula dalam keterangannya.

''Tidak ada harga yang terlalu tinggi di dunia ini bagi China dan Rusia untuk membayar pesawat F-35 Jepang yang hilang, jika merasa bisa. Itu akan menjadi masalah besar,'' kata Tom Moore dalam cuitannya di Twitter.

Kecelakaan jet tempur F-35 merupakan kesempatan pertama bagi China dan Rusia untuk menemukan dan mencuri teknologi yang ada di dalam jet tempur siluman itu.

Jet tempur F-35 pernah jatuh sekali sebelumnya, namun itu berada di wilayah AS.

Ketika ditemukan, hanya mengukur karakteristik badan pesawat jet tidak akan membuat Rusia membuat merekonstruksi badan pesawat F-35 mereka sendiri.

Namun ada beberapa teknologi yang rawan dicuri, itu seperti jaringan dan fusi sensor yang ada di pesawat.

Justin Bronk, pakar penerbangan jet tempur di Royal United Services Institute mengatakan bahwa lapisan bahan yang membuatnya menjadi jet siluman akan menjadi harta karun bagi Rusia dan China.

Pakar militer lain juga menjelaskan bahwa China merupakan ahlinya dalam mereplika ulang sesuatu, termasuk jet tempur.

Apabila Amerika Serikat dan Jepang tidak segera menemukan jet tempur F-35, masa depan militer mereka akan dipertaruhkan dalam beberapa dekade mendatang.