Aktifkan Notifikasimu
Jadilah yang pertama menerima update berita penting dan informasi menarik lainnya.
Hitekno.com - Sebuah penelitian terbaru mengungkapkan bahwa manusia perlu melakukan reboisasi besar-besaran untuk menghentikan perubahan iklim. Tak tanggung-tanggung, peneliti menjelaskan bahwa miliaran pohon harus kita tanam untuk mencegah bencana global yang disebabkan perubahan iklim.
Namun terdapat sebuah pertanyaan besar menghadapi kesimpulan penelitian di atas, yaitu dimana kita meletakkan miliaran pohon tersebut?
Untungnya, sekelompok ilmuwan berhasil menyusun sebuah langkah awal yang memperlihatkan peta global di mana miliaran pohon harus kita tanam.
Peneliti yang tergabung dalam Crowther Lab di ETH Zurich University, mendirikan situs crowtherlab.com sehingga penduduk global dapat mengetahui di mana saja daerah di seluruh dunia yang butuh reboisasi besar-besaran.
Baca Juga
Situs masih dalam pengembangan awal, nantinya, situs tersebut dapat mempunyai fungsi beragam lagi termasuk pohon-pohon jenis apa yang cocok untuk ditanam di suatu wilayah.
Saat ini, kita bisa melihat beberapa daerah yang berpotensi untuk dilakukan restorasi hutan besar-besaran.
Jika kita melihat di situs, warna hijau menandakan bahwa wilayah tersebut sangat cocok untuk direstorasi, sementara warna putih dan cokelat menggambarkan bahwa wilayah tersebut memiliki kemungkinan kecil untuk direboisasi.
Sebuah laporan iklim PBB tahun 2018 menyatakan bahwa dunia membutuhkan satu miliar hektar hutan sebagai sarana untuk menghisap karbon.
Hal itu harus dilakukan agar sasaran kritis tetap di bawah kenaikan suhu global 1,5 derajat Celcius.
Penelitian mengidentifikasi 1,7 miliar hektar lahan yang layak untuk dikembalikan ke hutan.
Sebanyak 0,9 miliar hektar di antaranya akan ditumbuhi pohon-pohon, suatu wilayah yang lebih besar dari total wilayah Amerika Serikat dan China.
Dikutip dari Fast Company, biaya yang dibutuhkan juga sangat mahal, mencapai ratusan miliar dolar AS atau ribuan triliun rupiah.
Meski masih banyak manusia yang serakah dengan menghancurkan hutan sehingga lahan makin terkikis, tak sedikit pula manusia baik yang berusaha memulihkannya di berbagai negara.
Di Afrika, sekelompok negara telah berjanji memulihkan 100 juta hektar hutan.
Daerah seperti Amerika Latin berencana memulihkan 20 juta hektar lagi.
China telah mengerahkan ribuan tentara untuk menanam pohon-pohon yang mencakup wilayah seukuran Irlandia.
Meski begitu, masih terdapat kekurangan ratusan juta hektar lahan lagi agar kita bisa sepenuhnya memerangi perubahan iklim.
Situs dari Crowther Lab tersebut diharapkan akan menjadi langkah awal kita untuk menanam miliaran pohon sehingga efek perubahan iklim bisa ditekan.
Terkini
- 10 Fakta Menarik Peta Dunia yang Tak Banyak Orang Ketahui
- 5 Fakta Menarik The Last Of Us, Adaptasi Game Jadi Serial HBO
- Apa Itu ERP Jalan Berbayar, Berikut Cara Kerja dan Aturannya
- Apa Makanan Buaya? Hewan Purba yang Bisa Telan 3 Kg Daging Per Hari
- 5 Fakta Menarik Buaya, Bisa Makan Tanpa Mengunyah Padahal Giginya Kuat
- Pergi ke Pantai, Bocah Cilik Ini Temukan Gigi Raksasa Megalodon
- Tak Berpotensi Tsunami, Ini Penjelasan BMKG soal Gempa Gorontalo M 6,3
- Tersembunyi di Hutan, Arkeolog Temukan Kota Kuno dari 2.000 Tahun Silam
- Sebuah Komet Hijau Mendekati Bumi, Lintasannya Bisa Terlihat?
- NASA Temukan Planet Mirip Bumi yang Kedua, Bisa Dihuni Manusia?
Berita Terkait
-
Langit Indonesia Akan Dilintasi Komet Langka pada Awal Februari 2023
-
Penjelasan Peneliti BRIN Soal Pulau Baru Muncul di Tanimbar Usai Gempa Maluku
-
Prediksi Badai Dahsyat yang Picu Polemik, Peneliti BRIN Akhirnya Minta Maaf
-
BRIN: 2 Faktor Penyebab Cuaca Ekstrem Makin Sering di Indonesia
-
Ilmuwan Ungkap Efek Penggunaan Obat Terlarang pada Tikus, Hasilnya Tak Terduga
-
Ilmuwan Ungkap Efek Tak Terduga yang Dialami Perokok Usia Paruh Baya
-
Ilmuwan Ungkap Fakta Unik Terkait Ilmu Hitam dan Karma
-
Ilmuwan Temukan Planet Neraka, Kondisinya Alamnya Bikin Ngeri
-
Foto Jadul Pohon Beringin di Jawa Tahun 1925, Netizen Takjub dengan Ukurannya
-
Ilmuwan Temukan Jenis Kerang yang Bisa Hasilkan Antibiotik secara Mandiri