hitekno.com - Demonstrasi mahasiswa yang menolak pengesahan pengesahan RUU KPK dan RKUHP di Gedung DPR pada Selasa (24/9/219) belum usai dan kian memanas.
Melihat kondisi tersebut, aparat melepaskan gas air mata untuk meminta mahasiswa mundur.
Dilansir dari Suara.com, aparat kepolisian turut melemparkan petasan ke arah mahasiswa. Meski demikian, mahasiswa tetap melakukan perlawanan dengan membalas melemparkan batu ke arah petugas keamanan.
Beberapa mahasiswa tak sadarkan diri akibat terkena gas air mata, rekan mahasiswanya yang lain langsung membopongnya.
Salah satu netizen juga menemukan gas air mata yang dilemparkan ke massa demosntran merupakan gas air mata yang sudah kedaluwarsa.
Untuk lebih tahu mengenai gas air mata dan sejarahnya, berikut HiTekno rangkum untuk kamu.
Gas kimia
Bahan kimia yang dipakai gas air mata antara lain adalah CS, CN, CR dan semprotan merica gas OC.
Gas air mata buatan ahli kimia Prancis
Saat itu tentara Prancis menembakkan granat berisi gas pada prajurit Jerman di kawasan perbatasan.
Perang tersebut dikenala sebagai ''Battle of the Frontiers'' menjadi momen di mana gas air digunakan banyak negara di belahan dunia.
Produsen gas air mata terbesar
Lake Erie Chemical Company pertama kali dibuka pada 1930 dan menjual gas air mata pada beberapa negara seperti Bolivia, Argentina dan Kuba.
Digunakan pada Perang Dunia II
Sementara Jepang menggunakan gas air mata untuk melawan China.
Selama Perang Dunia II, penjualan gas air mata makin bertambah karena digunakan dalam demonstrasi di beberapa negara termasuk Indonesia.
Selain gas air mata, belum ada pengganti yang dinilai efektif untuk menghalau massa, meski menurut Amnesty International gas air mata merupakan perdagangan internasional yang membahayakan.
Setelah mengetahui fakta dan sejarahnya, gimana tuh menurut kamu mengenai gas air mata yang digunakan aparat untuk menghalau para demonstran?
Berita Terkini
-
Bukan Sekadar Hiburan, Ternyata Film Horor Bisa Latih Mental Hadapi Stres
-
Ilmuwan Temukan Topeng dan Cangkir Berusia 5.000 Tahun, Terbuat dari Tulang Manusia
-
BMKG Ungkap Biang Kerok Cuaca Panas, Musim Pancaroba dan Posisi Matahari Jadi Alasan
-
AI Bisa Ciptakan Virus yang Membunuh Bakteri, Haruskah Manusia Takut?
-
Gerhana Bulan 7-8 September 2025: Jam, Lokasi, dan Cara Menyaksikannya di Indonesia