hitekno.com - Beberapa asteroid belakangan ini tercatat mendekati Bumi. Yang terbaru, NASA melaporkan bahwa sebuah asteroid berukuran piramida terdeteksi mendekati Bumi.
Walaupun hanya satu, asteroid mengerikan ini malah berukuran tujuh kali lipat dari piramida yang ada di Bumi. Asteroid ini dikenal dengan nama Asteroid 1998 HL1.
NASA memprediksi jika asteroid seukuran piramida ini akan berada dalam jarak terdekat dengan Bumi pada 25 Oktober 2019 mendatang.
Selanjutnya, menurut NASA, saat asteroid seukuran piramida ini mendekati Bumi, kecepatan asteroid ini akan mencapai lebih dari 40.200 kilometer per jam atau 11.166 meter per detik.
Makin mengerikan, asteroid seukuran piramida bernama Asteroid 1998 HL1 ini termasuk sebagai asteroid yang berpotensi membawa dampak bahaya bagi Bumi.
Asteroid ini cukup mengerikan karena Asteroid 1998 HL1 pernah masuk ke dalam NEO (Near-Earth Object) atau objek yang dekat dengan Bumi.
Biasanya objek yang masuk ke dalam NEO adalah sejumlah komet dan asteroid yang mengorbit Matahari dan berada dalam jarak yang dekat dengan Bumi.
Lebih lanjut, NASA menjelaskan bahwa Asteroid 1998 HL1 yang berukuran piramida ini nantinya akan berpapasan dengan orbit Bumi pada lintasan terdekat.
Karena prediksi ukuran ini membuat NASA yakin bahwa asteroid ini memiliki ukuran sekitar tujuh kali lebih besar dari Piramida Giza di Mesir.
Belum menyambangi Bumi, Asteroid 1998 HL1 nantinya diprediksi akan kembali mendekati Bumi pada 15 Oktober 2026 mendatang.
Mengenai kedatangannya asteroid seukuran piramida ini, NASA menyebut bahwa asteroid ini masih berada di batas aman. Pemantauan lebih lanjut akan terus dilakukan oleh NASA.
Berita Terkini
-
7 Fenomena Langit Agustus 2026, Hujan Meteor hingga Gerhana Matahari
-
Indonesia Terancam Kehilangan Pengetahuan yang Selama Ratusan Tahun Menjaga Alam
-
Bukan Sekadar Hiburan, Ternyata Film Horor Bisa Latih Mental Hadapi Stres
-
Ilmuwan Temukan Topeng dan Cangkir Berusia 5.000 Tahun, Terbuat dari Tulang Manusia
-
BMKG Ungkap Biang Kerok Cuaca Panas, Musim Pancaroba dan Posisi Matahari Jadi Alasan