Rabu, 13 November 2019
Agung Pratnyawan | Rezza Dwi Rachmanta : Kamis, 31 Oktober 2019 | 11:00 WIB

Hitekno.com - Seorang dokter telah membuat geram sebagian warga Pakistan dan juga masyarakat internasional. Bagaimana tidak, dia dinyatakan ikut bersalah karena telah menyebarkan virus HIV ke 900 anak kecil.

Bahkan media asing The Sun ikut menjulukinya sebagai "DR DEATH" atau "Dokter Kematian" di salah satu artikelnya yang diterbitkan pada hari Selasa (29/10/2019).

Dokter Muzaffar Ghanghro merupakan seorang dokter anak dengan biaya "termurah" yang ada di Letodeiro, sebuah kota kecil di Pakistan wilayah selatan.

Kini ia dalam proses persidangan karena dituntut untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya yang telah menyebarkan virus HIV ke 1.100 warga di mana 900 orang dari mereka berusia 12 tahun ke bawah.

Salah satu yang memberatkan tuntutannya adalah kesaksian dari Imtiaz Jalbani yang keenam anaknya dirawat oleh sang "Dokter Kematian" tersebut.

Dr Muzafar Ghanghro saat ditahan saat dituduh pertama kali sebagai orang yang menyebarkan virus HIV. (YouTube/ Voice of Sindh News)

Berbicara kepada The New York Times, Jalbani mengaku bahwa ia pernah melihat Ganghro "sibuk" di sebuah tempat sampah untuk mencari jarum bekas untuk digunakan pada putranya yang berusia enam tahun.

Ketika Jalbani memprotesnya, dokter itu mengatakan bahwa ayah enam anak tersebut "terlalu miskin" untuk membayar jarum suntik baru.

Beberapa waktu setelahnya, sang anak yang berusia enam tahun dinyatakan positif HIV.

Empat dari anak-anak Jalbani divonis positif HIV dan dua di antaranya sudah meninggal.

Petugas kesehatan sedang melakukan tes HIV kepada anak-anak. (YouTube/ Sin Chew Daily)

Dilansir dari Independent, orang tua lain juga mengaku bahwa dokter Ghangro menggunakan suntikan yang sama pada 50 anak tanpa mengganti ke jarum suntik yang baru.

Setelah terkena HIV, kini 900 anak korban Dokter Kematian diketahui telah dikucilkan oleh teman-temannya karena takut tertular sehingga makin menambah penderitaan korban.

Berdasarkan laporan dari penelitian PBB, kasus HIV di Pakistan meningkat dua kali lipat menjadi 160 ribu orang sejak tahun 2010.

Menurut penelitian dari ilmuwan lokal, ulah Dokter Kematian bukan satu-satunya penyebab maraknya virus HIV di Pakistan.

Dukun lokal yang mengaku sebagai dokter, tukang cukur yang enggan mengganti siletnya, dan sejumlah dokter gigi "nakal" diprediksi ikut membuat maraknya virus HIV.

Sebanyak 600 ribu dokter yang tidak memenuhi syarat diperkirakan masih beroperasi secara ilegal di Pakistan.

Injeksi langsung melalu aliran darah sangat mungkin membuat virus HIV menyebar sehingga penggunaan jarum suntik yang benar-benar steril harus dilakukan.