Minggu, 05 April 2020
Agung Pratnyawan | Rezza Dwi Rachmanta : Kamis, 09 Januari 2020 | 16:22 WIB

Hitekno.com - Iran Islamic Revolution Guards Corps (IRGC) atau Korps Pengawal Revolusi Islam Iran mengklaim bahwa belasan rudal yang mereka luncurkan telah berhasil menghantam pangkalan militer Amerika Serikat di Irak. Serangan yang dilakukan pada 8 Januari 2020 pukul 01.30 waktu setempat diklaim menewaskan 80 tentara Amerika Serikat.

Laporan dari pihak IRGC menyatakan bahwa mereka berhasil menghancurkan banyak drone, helikopter dan peralatan militer di pangkalan AS hingga rusak parah.

Namun Presiden Amerika Serikat, Donald Trump menolak klaim Iran dan menyatakan bahwa tidak ada anggota tentara mereka yang tewas terkena rudal Iran.

"Semua baik-baik saja! Rudal diluncurkan dari Iran ke dua pangkalan militer yang berlokasi di Irak," kata Trump seperti dikutip Suara.com, Rabu (8/1/2020) pada akun Twitter-nya (@realdonaldtrump).

Menurut laporan dari Washington Post, Donald Trump mengklaim serangan dari Iran hanya menghasilkan "minimal damage" atau kerusakan kecil di pangkalan.

Gambar satelit dari Planet Labs yang dibagikan oleh Middlebury Insitute, California, menampakkan rudal Iran saat menghantam pangkalan AS Ain al-Asad di Irak. (Middlebury Institute of International Studies)

Menteri Pertahanan AS, Mark T. Esper, menjelaskan bahwa Iran meluncurkan 16 rudal balistik di mana 11 di antaranya mendarat di pangkalan udara al-Asad dan Irbil di Irak.

Masih belum jelas mengenai klaim siapa yang benar, namun analis militer dan pengamat satelit dari Middlebury Institute of International Studies (MIIS) di California, Amerika Serikat berhasil mengungkapkan gambar pangkalan militer AS di Irak yang terkenal hantaman rudal dari Iran.

Dikutip dari Defense World, belasan rudal Iran yang ditembakkan ke pangkalan militer AS merupakan rudal balistik generasi Fateh-100 dan Qiam 1.

Analis militer ikut menyoroti pertahan AS mengingat pangkalan militer biasanya dengan sistem pertahanan MIM-104 Patriot.

Sistem pertahanan rudal yang dimiliki oleh AS, MIM-104 PATRIOT. (Wikipedia/ Darkone)

Itu adalah sistem pertahan berbasis rudal dan peluru kendali dengan radar yang diharapkan menangkis semua serangan udara yang masuk.

Phased Array Tracking Radar to Intercept on Target (PATRIOT) diberi fungsi sistem rudal anti-balistik (ABM) yang dikembangkan oleh Angkatan Darat AS.

Melihat belasan rudal Iran yang mampu menembus sistem radar Patriot, tentunya sistem pertahanan AS menjadi sorotan tersendiri.

Menurut Dave Schmerler, seorang analis di Middlebury Institute of International Studies (MIIS), rudal Iran mengenai sasarannya di Irak dengan cukup "presisi".

Salah satu generasi rudal Fateh-100 yang dinamain Fateh-110 saat dipamerkan oleh Iran. (Wikipedia/ Velayati)

Rudal generasi Fateh-100 dianggap sebagai rudal yang gesit dengan kemampuan taktis dan tersembunyi dalam menghantam target.

Rudal Iran itu mampu melesat sejauh 300 kilometer dengan membawa muatan hulu ledak 225 kilogram.

Sementara Qiam 1 merupakan rudal balistik berbahan bakar cair yang memiliki jangkauan 800 kilometer dengan kapasitas hulu ledak 350 kilogram.

Dari gambar satelit yang dirilis oleh Planet Labs dan MIIS, Iran tampak sengaja mengincar gedung-gedung yang menampung tentara AS untuk menghantam setidaknya lima struktur bangunan dengan peralatan militer yang tersimpan.

Mengingat Iran mengincar puluhan target militer AS yang ada di Timur Tengah, rudal Iran yang mampu menembus pertahanan AS bisa menjadi ancaman tersendiri.