Selasa, 31 Maret 2020
Agung Pratnyawan : Senin, 23 Maret 2020 | 06:30 WIB

Hitekno.com - Beragam postingan di media sosial mengklaim terjadi hujan berwarna hitam di Jepang. Hujan yang disebut dengan Black Rain ini disebutkan membuat heboh masyarakat setempat.

Tak hanya itu, kemunculan Black Rain ini juga diikuti dengan munculnya sejumlah teori konspirasi dan spekulasi di kalangan netizen.

Para netizen Jepang ramai membahas kemunculan spekulasi dan teori konspirasi hujan berwarna hitam yang menghebohkan media sosial ini.

Spekulasi dan teori konspirasi yang muncul mulai dari kejatuhan nuklir, polusi, hingga tubuh korban virus Corona (COVID-19) yang dibakar.

Mayoritas laporan Black Rain datang dari Kota Hasuda, tetapi daerah yang terkena dampak lainnya termasuk Ageo, Iwatsuki dan Kuki, serta Saitama. Foto-foto penampakan hujan hitam itu beredar di Twitter pada 2 Maret dengan tagar #blackrain.

Fenomena hujan hitam di Jepang. [Twitter]

Dikutip laman Sora24, para pejabat mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa mereka telah menyelidiju situasi tersebut setelah mendapat keluhan dari warga tentang genangan hitam di mana-mana.

Black Rain dianggap sebagai pertanda buruk yang sangat serius di Jepang sejak serangan bom atom di Hiroshima dan Nagasaki.

Pada Perang Dunia II, Amerika Serikat meluncurkan dan menjatuhkan bom atom pertama di dunia di Hiroshima pada Agustus 1945.

Bom kedua dijatuhkan di Nagasaki pada tiga hari kemudian. Insiden pertama menewaskan 120 ribu orang. Beberapa zat radioaktif melesat ke atmosfer dan menyebabkan "Black Rain" di seluruh area serangan nuklir.

Meski begitu, tidak ada laporan aktivitas nuklir yang ditemukan di Saitama. Hal itu pun mengembangkan spekulasi lain. Beberapa orang menyebut bahwa hujan hitam datang dari rudal nuklir Korea Utara yang diluncurkan hari itu.

Fenomena hujan hitam di Jepang. [Twitter]

Namun ada seorang Youtuber yang menemukan adanya kebakaran di saat hujan berwarna hitam ini terjadi. Diduga warna hitam ini berasal dari abu kebakaran tersebut.

Masyarakat juga mengakatan bahwa itu mungkin berasal dari kebakaran di sebuah pabrik di Noda, Prefektur Chiba, di mana pencampuran asap dengan pewarna bisa menyebabkan warna hitam.

Dilansir laman Tech Times, sebagian orang juga berpikir bahwa itu mungkin ada hubungannya dengan virus Corona (COVID-19).

Pemerintah Jepang dicurigai telah membakar tubuh korban secara diam-diam dan menyebabkan warna hujan menjadi hitam.

Itulah kehebohan netizen di media sosial membahas teori konspirasi dari hujan berwarna hitam di Jepang ini. Apakah benar karena kebakaran? (Suara.com/ Lintang Siltya Utami).