Minggu, 05 April 2020
Dinar Surya Oktarini | Amelia Prisilia : Kamis, 26 Maret 2020 | 19:00 WIB

Hitekno.com - Sejauh ini, virus corona diketahui menyerang tubuh manusia atau hewan. Mengejutkan, para ilmuwan belum lama ini mengklaim telah menemukan virus corona di air selokan. Penemuan ini dirasa merupakan hal baru yang belum diketahui sebelumnya.

Penemuan virus corona di air selokan ini ditemukan pertama kali oleh Lembaga Negara untuk Kesehatan Masyarakat dan Lingkungan di Belanda, Rijksinstituut voor Volksgezondheid en Milieu atau RIVM.

Mengutip Telegraph, berdasarkan hasil pemeriksaan oleh lembaga tersebut terungkap bahwa ada virus corona yang terkandung dalam air selokan di Tilburg dan Amsterdam serta di instalasi pemurnian air di Loon op Zand.

Diduga kuat, virus corona di air selokan ini diduga berasal dari kotoran pasien yang dibuang melalui toilet dan kemudian mencemari selokan.

Karena baru saja ditemukan, RIVM lalu memperingati para pekerja yang berkaitan dengan air limbah agar tidak terjangkit virus corona yang begitu mengancam kesehatan. Para pekerja nantinya perlu menghindari kontak langsung dengan air limbah tersebut.

Belanda. (pixabay/millionairemob)

Kemungkinan, para pekerja akan aman dan terhindar dari virus corona asalkan mengenakan alat perlindungan diri dan mematuhi pedoman higienis yang ada.

Penemuan virus corona di air selokan ini lalu membuat RIVM melakukan pemeriksaan mendalam pada air limbah di Bandara Schiphol pada Februari 2020 lalu. Namun, tidak ditemukan virus corona di daerah tersebut.

Baru pada bulan Maret 2020, saat melakukan pemeriksaan air limbah di Tilburg, ditemukan material genetik virus corona. Jangka waktu ini tidak lama usai ditemukan pasien pertama yang positif virus corona.

Ilustrasi air selokan. (pixabay/Aviavlad)

Penelitian lebih lanjut dilakukan di Loon op Zand yang menjadi tempat tinggal pasien pertama virus corona di Belanda. Materi tes pada 3 Maret 2020 tidak ditemukan virus corona, namun pada 18 Maret 2020 ditemukan materi virus corona tersebut.

Hingga kini, para ilmuwan yang tergabung dalam RIVM terus melakukan penelitian untuk mengetahui apakah air selokan di wilayah lain juga dicemari virus corona atau tidak. Penelitian terus dilakukan untuk memahami bagaimana virus ini bisa ada di air selokan.