Kamis, 28 Maret 2024
Agung Pratnyawan : Minggu, 05 April 2020 | 07:30 WIB

Aktifkan Notifikasimu

Jadilah yang pertama menerima update berita penting dan informasi menarik lainnya.

Hitekno.com - Beredar postingan media sosial berserta foto yang mengklaim seperti apa wujud dari virus corona saat diperbesar oleh ilmuwan India

Dalam postingan foto ini mengklaim ilmuwan India telah berhasil memotret virus tersebut, kemudian diperbesar hingga mendapati seperti apa wujudnya.

Kabar tersebut semula beredar ketika seorang netizen dengan akun bernama Ayumuchan mengunggah gambar tangan yang dipenuhi oleh virus ke Facebook.

"Seperti inilah bentuk corona yang berhasil difoto dan diperbesar oleh ilmuwan India. Jadi harus selalu cuci tangan atau pakai hand sanitizer kalau enggak sempat cuci tangan. Ngeri kali," tulisnya via Facebook.

Namun, apakah benar foto tersebut menampilkan wujud virus corona?

Hoaks gambar virus corona (Turnbackhoax.id).

PENJELASAN

Berdasarkan hasil cek fakta dan penelusuran Turnbackhoax.id -- jaringan Suara.com, dapat dipastikan bahwa gambar itu bukan hasil penemuan ilmuwan India yang berhasil memotret virus corona.

Gambar tersebut diambil dari situs penyedia gambar gratis Free Art. Gambar di atas adalah ilustrasi tangan yang terkena virus, kuman, dan bakteri yang telah diubah warnanya menjadi hitam putih agar terlihat seperti penampakan virus corona.

Ilustrasi tersebut juga telah banyak digunakan oleh situs-situs kesehatan seperti situs Dr Nitin Agrawal untuk menggambarkan kondisi tangan yang kotor.

KESIMPULAN

Dari temuan di atas, maka jelas bahwa tidak benar jika virus corona berhasil dipotret dan diperbesar tampilannya oleh ilmuwan India. Unggahan tersebut telah diolah sedemikian rupa sehingga menghasilkan konten yang menyesatkan.

Itulah hasil cek fakta postingan yang mengklaim bentuk virus corona setelah diperbesar ilmuwan India, yang ternyata kontek ini salah dan termasuk konten menyesatkan. (Suara.com/Ruhaeni Intan).

BACA SELANJUTNYA

CEK FAKTA: Simon Cowell Beli Lagu Putri Ariani Seharga Rp 7 Triliun, Benarkah?