Rabu, 27 Mei 2020
Dinar Surya Oktarini : Sabtu, 23 Mei 2020 | 12:45 WIB

Hitekno.com - Berprofesi menjadi seorang astronot merupakan pekerjaan yang berbahaya dan mempertaruhkan nyawa. Sehingga mungkin tidak mengejutkan jika mereka digaji cukup tinggi, namun seberapa tepatnya?

Anda harus ingat bahwa astronot biasanya bukan pekerjaan pertama seseorang. Seringkali, mereka menguji pilot karena diperlukan setiap astronot wajib memiliki pengalaman profesional tiga tahun atau 1.000 jam menerbangkan pesawat jet, sebagai syarat.

Mereka juga diharuskan memiliki gelar dalam sains, teknik, atau matematika dan harus melewati proses seleksi ketat yang jauh lebih sulit daripada masuk ke universitas mana pun yang ingin Anda sebutkan.

Namun begitu berhasil, mereka dibayar tinggi untuk pekerjaan mereka. NASA membayar karyawan dalam skala yang disebut Jadwal Umum Pemerintah Federal.

Menurut NASA dilansir laman Metro.co.uk, Sabtu (23/5/2020), astronot berada pada apa yang disebut 'nilai' yang dikenal sebagai GS-12 dan GS-13. Dalam setiap kelas ada beberapa ‘langkah’ yang berbentuk 1 hingga 10 dan didasarkan pada kinerja dan masa kerja.

Jika Anda seorang astronot baru di GS-12 langkah 1, maka Anda akan digaji 66.167 dolar AS atau sekitar Rp 980 juta per tahun. Jika Anda naik ke GS-12 langkah 10, maka Anda digaji 86.021 dolar AS atau kisaran Rp 1,27 miliar per tahun.

Sekarang, jika Anda seorang astronot yang sangat baik dan telah melayani selama bertahun-tahun, Anda mungkin menjadi langkah-GS-13 menghasilkan 102.288 dolar AS atau senilai Rp 1,5 miliar per tahun.

Para astronot dapat menerima kurang lebih tergantung pada lokasi di mana mereka bekerja atau misi apa yang mereka ikuti. NASA saat ini melihat generasi astronot berikutnya untuk kembali ke bulan dan akhirnya ke Mars.

Dalam daftar pekerjaan, badan antariksa itu mencantumkan kisaran gaji antara 104.888 hingga 161.141 dolar AS (Rp 1,55 hingga 2,39 miliar) per tahun. Dua astronot, Douglas Hurley dan Robert Behnken, ditetapkan mendapatkan gaji mereka akhir bulan ini, ketika mereka berangkat ke Stasiun Luar Angkasa Internasional dengan naik pesawat SpaceX Crew Dragon untuk pertama kalinya.

Astronot saat berada di luar ISS. (NASA)

Peluncuran dijadwalkan berlangsung pada 27 Mei mendatang dari Cape Canaveral di Florida. Ini akan menjadi pertama kalinya NASA meluncurkan astronot dari Amerika sejak 2011.

Sejak pensiun dari pesawat ulang-alik, NASA mengandalkan roket Rusia untuk mengangkut awak ke ISS. Peluncuran minggu depan akan menjadi momen besar bagi NASA dan SpaceX.

"Misi Demo-2 akan menjadi langkah besar terakhir sebelum Program Awak Komersial NASA mensertifikasi Crew Dragon untuk misi operasional jangka panjang ke stasiun ruang angkasa," kata badan antariksa itu.

Sertifikasi dan operasi reguler Crew Dragon ini akan memungkinkan NASA melanjutkan penelitian penting dan investigasi teknologi yang berlangsung di stasiun, yang bermanfaat bagi orang-orang di Bumi dan meletakkan dasar untuk eksplorasi Bulan dan Mars di masa depan dengan program Artemis dari agensi tersebut. (Suara.com/Dythia Novianty)