hitekno.com - Melalui program Artemis, NASA berikan total hadiah hingga 180.000 dolar AS sekitar Rp 2,6 miliar untuk siswa yang mampu membuat konsep pengangkut debu Bulan.
Pengangkut dibutuhkan NASA untuk mengambil debu di Bulan.
Belajar dari pengalaman misi Apollo sebelumnya, para astronot tidak mudah mengambil debu Bulan sebagai sampel karena baju yang dikenakan. NASA kemudian meminta para pelajar untuk berinovasi dan memberi kesempatan menjadi bagian dari sejarah luar angkasa.
Di sisi lain, debu Bulan dapat menimbulkan ancaman serius bagi para astronot karena menjadi lengket akibat muatan listrik meningkat, ketika para astronot bergerak melintasi Bulan. Buzz Aldrin, orang kedua yang mendarat di Bulan, mengatakan bahwa salah satu penghambat terbesar adalah debu Bulan.
Upaya sebelumnya untuk menghilangkan debu yang menempel di pakaian astronot, telah memasukkan sikat khusus dan penyedot debu. Pasalnya, kedua alat memiliki tingkat keberhasilan yang terbatas.
Dalam kompetisi yang digelar NASA untuk pengangkut debu Bulan, juri akan memilih antara lima dan sepuluh tim sebagai pemenangnya jika inovasi yang ditawarkan terpilih.
Menurut eksekutif program Game Changing Development, Niki Werkheiser, kompetisi ini memberikan pelajar kesempatan. (Suara.com/Lintang Siltya Utami)
Berita Terkini
-
Indonesia Terancam Kehilangan Pengetahuan yang Selama Ratusan Tahun Menjaga Alam
-
Bukan Sekadar Hiburan, Ternyata Film Horor Bisa Latih Mental Hadapi Stres
-
Ilmuwan Temukan Topeng dan Cangkir Berusia 5.000 Tahun, Terbuat dari Tulang Manusia
-
BMKG Ungkap Biang Kerok Cuaca Panas, Musim Pancaroba dan Posisi Matahari Jadi Alasan
-
AI Bisa Ciptakan Virus yang Membunuh Bakteri, Haruskah Manusia Takut?