Sabtu, 15 Agustus 2020
Agung Pratnyawan : Rabu, 29 Juli 2020 | 06:00 WIB

Hitekno.com - NASA telah bersiap dengan misi Mars 2020, yang nantinya akan meluncurkan robot penjelajah Perseverance. Salah satu misi robot ini adalah merekam suara planet merah tersebut.

Perseverance sendiri akan diluncurkan pada 30 Juli 2020, yang bakal menjalankan sederet misi di Mars.

Misi utamanya adalah mencari tanda-tanda adanya kehidupan, menyelidiki geologi lingkungan Mars, dan menilai kelayakhunian masa lalu planet merah ini.

NASA membekali dua mikrofon pada Perseverance yang nantinya akan menangkan bagaimana suara yang ada di planet Mars.

Untuk pertama kalinya, penjelajah Mars dibekali dua mikrofon yang akan merekam suara dari lingkungan Mars dan menghasilkan soundscape.

Perseverance di planet Mars. [NASA]

Penggunaannya mencakup hal yang luas, mulai dari membantu para ilmuwan untuk menentukan komposisi batuan dengan suara letupan di Mars hingga membantu pemeliharaan pada instrumen penjelajah.

Perjalanan untuk menempatkan mikrofon di penjelajah Mars tidak mudah. Setidaknya tiga upaya telah dilakukan sejak 1999 untuk mengirim mikrofon ke Mars, tetapi tidak ada yang berhasil.

Namun, mikrofon yang ditanamkan ke dalam Perseverance belum banyak berubah sejak pertama kali dirancang untuk Mars Polar Lander milik NASA dengan berat sekitar 30 gram.

"Saya memiliki harapan yang sama untuk misi ini dengan Mars Polar Lander. Tidak ada yang berubah bagi saya dalam hal itu karena setiap kali kita melihat gambar pertama atau data pertama dari misi apapun, itu selalu menyenangkan. Menunggu suara pertama dari Mars akan sama mengasyikkannya," kata Louis Friedman, salah satu pendiri Planetary Society dan tim dibalik Mars Microphone, seperti dikutip dari IFL Science, Selasa (28/7/2020).

Terlepas dari pepatah lama yang menyebut di luar angkasa tidak ada yang bisa mendengar suara, sentimen tersebut tidak sepenuhnya benar. Suara adalah gelombang mekanis yang membutuhkan media untuk melakukan perjalanan.

Planet Mars. [Shutterstock]

Namun, meskipun ruangnya sangat kosong, ini bukan ruang hampa. Masih ada partikel yang tersebar di sekitar luar angkasa yang dapat mengirimkan gelombang suara, terutama di daerah yang lebih padat di sekitar planet.

Di permukaan Mars, tekanan atmosfer sangat kecil, kurang dari 1 persen tekanan permukaan laut Bumi.

Pada tekanan seperti itu, sinyal akustik dalam rentang frekuensi pendengaran manusia dapat dideteksi. Karena itu, para ilmuwan sangat menantikan suara dari Mars yang akan dikirim oleh Perseverance dalam misi baru ini.

Kita nantikan sala misi Mars 2020 dari NASA ini untuk bisa mendapatkan seperti apa suara dari planet merah tersebut. (Suara.com/ Lintang Siltya Utami).