Minggu, 09 Mei 2021
Agung Pratnyawan : Jum'at, 09 April 2021 | 19:30 WIB

Aktifkan Notifikasimu

Jadilah yang pertama menerima update berita penting dan informasi menarik lainnya.

Hitekno.com - Io, bulan milik planet Jupiter ini disebut-sebut sebagai terbesar keempat di tata surya. Yang ternyata di bulan Jupiter ini masih menyimpan banyak misteri.

Paling baru, para ilmuwan mendeteksi adanya gas vulkanik di Io yang terdiri dari aseton, disulfur monoksida, dan karbon monoksida.

Para ilmuwan India telah meneliti atmosfer bulan Jupiter bernama Io hingga berhasil mendeteksi adanya gas vulkanik di sana..

Io merupakan bulan terbesar dari empat bulan Galilea di Jupiter dan sekaligus bulan terbesar keempat di tata surya.

Selain Bumi, Io adalah satu-satunya tempat di tata surya dengan gunung berapi yang meletus dan lahar panas.

Planet Jupiter. (NASA)

 

Satelit alami itu memiliki lebih dari 400 gunung berapi aktif yang disebabkan pemanasan pasang surut, akibat gaya gravitasi dari Jupiter dan bulan-bulan Jovian lainnya.

Warna bulan yang didominasi oleh kuning, putih, oranye, dan merah tersebut dihasilkan oleh embun beku belerang dioksida di permukaannya, unsur belerang, dan berbagai alotrop belerang.

"Atmosfer Io yang tipis terutama terdiri dari berbagai zat yang mudah menguap seperti sulfur dioksida, sulfur monoksida, natrium klorida, dan jumlah air yang sedikit," kata Arijit Manna dari Midnapore City College, dikutip dari Sci-News, Jumat (9/4/2021).

Dalam penelitian yang dipublikasikan di server pracetak ArXiv.org pada 31 Maret, para astronom menganalisis data interferometri resolusi tinggi yang dikumpulkan oleh teleskop radio Atacama Large Millimeter/Submillimeter Array (ALMA).

Tim ilmuwan berhasil mengidentifikasi garis emisi aseton, disulfur monoksida, dan garis absorpsional karbon monoksida.

Teleskop radio Atacama Large Millimeter/Submillimeter Array (ALMA). [almaobservatory]

 

"Mekanisme pembentukan aseton di atmosfer vulkanik Io sama sekali tidak diketahui, tetapi deteksi spektroskopi menyiratkan bahwa sejumlah besar senyawa metana mungkin ada," tulis para ahli.

Gas karbon monoksida sendiri terbentuk dengan fotolisis aseton, sedangkan disulfur monoksida dibentuk oleh penguraian sulfur monoksida dengan metode disproporsionasi.

Gas yang terdeteksi di atmosfer vulkanik Io masih membutuhkan penelitian lanjut lebih komprehensif dan pemeriksaan ulang, untuk memastikan apakah gas-gas tersebut tersusun berdampingan di posisi atmosfer yang sama.

Itulah hasil temuan para ilmuwan India yang mendeteksi adanya gas vulkanik yang ada di atmosfer bulan Jupiter bernama Io. (Suara.com/ Lintang Siltya Utami).

BACA SELANJUTNYA

Ada Bukti Keberadaan Gunung Berapi, Mars Makin Layak Huni?