Amelia Prisilia
Mengenal Iron Dome, Sistem Pertahanan Israel dari Gempuran Roket Palestina

hitekno.com - Konflik antara Israel dan Palestina menjadi sorotan publik dunia beberapa waktu belakangan ini. Terbaru, sistem pertahanan Israel, Iron Dome menjadi sorotan usai tumbang dan tidak mampu menahan gempuran roket Palestina.

Pada Rabu (12/5/2021) lalu, serangan udara terdengar di hampir seluruh penjuru Israel usai ratusan roket menghujani negara tersebut. Berdasarkan laporan yang beredar, roket ini berasal dari militan Palestina, Hamas.

Dilansir dari The Washington Post, juru bicara Israel, Jonathan Conricus mengatakan bahwa ada lebih dari 90 persen roket yang dibombardir oleh militan Palestina yang berhasil dicegat oleh Iron Dome.

Sebagai informasi, Iron Dome adalah sistem pertahanan udara milik Israel. Berada di daerah konflik, Iron Dome ini dikembangkan oleh perusahaan asal Israel yaitu Rafael Advanced Defense Systems yang bekerja sama dengan Israel Aerospace Industries.

Iron Dome atau kubah besi atau Kippat Barzel ini ditempatkan secara strategis untuk melindungi warga Israel dari serangan udara. Iron Dome ini dibangun usai Perang Lebanon Kedua yang terjadi pada tahun 2006 lalu.

Kinerja Iron Dome baru terlihat pada tahun 2012 lalu saat 300 roket ditembakan ke Israel. Beruntung, roket-roket ini berhasil dicegat oleh Iron Dome. Tugas selanjutnya dari Iron Dome dilakukan pada Operasi Tiang Pertahanan di November tahun 2012.

Iron Dome menggunakan counter rocket artillery, moctar (C-RAM) dan very short-range air defense (V-SHORAD). Sistem ini juga terdiri dari radar pendeteksi, manajemen pertempuran serta kendali senjata (BMC) dan unit penembakan misil (MFU).

Kabar terbaru, Iron Dome rupanya tidak lagi cukup mampu menahan gempuran roket yang dikirimkan oleh militan Palestina, Hamas. Dari laporan yang beredar, 10 persen roket dari militan Palestina berhasil menembus Iron Dome.