hitekno.com - Departemen Pertahanan AS telah meminta perusahaan swasta untuk membuat proposal untuk pesawat uji berkecepatan tinggi untuk militer, demikian menurut Pentagon.
Dilansir dari Russian Today, perusahaan-perusahaan itu harus menyerahkan proposal mereka ke Unit Inovasi Pertahanan AS (DIU), yang memperjuangkan adopsi teknologi komersial di militer, paling lambat 16 September.
Pentagon berusaha untuk mengurangi tekanan pada infrastruktur pengujiannya melalui program yang disebut Hypersonic and High-Cadence Airborne Testing Capabilities.
Sebelumnya, Barry Kirkendall, direktur teknis DIU untuk ruang angkasa, mengatakan kepada portal berita C4ISRNET bahwa proyek ini bertujuan untuk membersihkan beberapa hambatan pengembangan program hipersonik dalam beberapa tahun terakhir.
Setiap pesawat harus memenuhi sejumlah kriteria, termasuk mencapai kecepatan Mach 5+, memiliki profil penerbangan yang dapat bermanuver atau non-balistik, dapat mengumpulkan data mendekati real-time, dan mengakomodasi setidaknya dua muatan dengan setidaknya dua opsi penempatan.
Negara-negara di seluruh dunia telah berfokus pada pengembangan hipersonik, mengingat bahwa senjata semacam itu dapat melewati pertahanan udara modern dengan menggunakan kendaraan luncur bermanuver yang membuat jalur penerbangan mereka hampir tidak dapat diprediksi.
Namun, pada akhir Juni, Pentagon mengalami masalah ketika uji coba senjata hipersonik AS gagal karena "anomali" yang mencegah uji coba penuh sistem.
Berita Terkini
-
Indonesia Terancam Kehilangan Pengetahuan yang Selama Ratusan Tahun Menjaga Alam
-
Bukan Sekadar Hiburan, Ternyata Film Horor Bisa Latih Mental Hadapi Stres
-
Ilmuwan Temukan Topeng dan Cangkir Berusia 5.000 Tahun, Terbuat dari Tulang Manusia
-
BMKG Ungkap Biang Kerok Cuaca Panas, Musim Pancaroba dan Posisi Matahari Jadi Alasan
-
AI Bisa Ciptakan Virus yang Membunuh Bakteri, Haruskah Manusia Takut?