Agung Pratnyawan
Selain Path, Ini 5 Aplikasi yang Akhirnya Gugur Kalah Bersaing

hitekno.com - Setelah bertahun-tahun menemani hari-harimu, akhirnya Path mengakhiri layanannya. Selain Path, ternyata masih banyak aplikasi dan media sosial lain yang berguguran.

Path sendiri didirikan pada 2010, dan terus tumbuh berkembang sebagai media sosial. Awalnya banyak yang menggemari Path sebagai media sosial pribadi.

Pengguna bisa berbagi foto, lokasi, informasi buku, dan masih banyak lainnya ke teman-teman dekat. Namun lambat laun mulai ditinggalkan penggunanya.

1. Yahoo Messenger

Yahoo Messenger dapat berjalan di lintas platform seperti Window, Mac, Linux, Android, bahkan iOS.

Ketika warnet (warung internet) masih menjamur, aplikasi ini menjadi aplikasi wajib yang harus ada di dalam komputer.

Mulai tahun 2012, semua akun chatroom publik mulai ditutup. Puncaknya pada tanggal 17 Juli 2018 aplikasi ini resmi ditutup.

2. Mxit

Jika kamu sekarang bangga dengan WhatsApp, kamu harus hormat dengan legenda aplikasi pesan instan yang satu ini.

Terdapat fitur-fitur tua yang membuat generasi 90-an merindukannya. Kamu bisa chat secara random dan berharap bertemu dengan salah satu gebetanmu.

Mxit diluncurkan pada tahun 2015 dan mendukung lintas perangkat seperti feature phone, Android, Blackberry, iPhone, iPad, ponsel Windows, dan tablet.

Sayangnya, pada bulan September 2016 aplikasi ini dimatikan secara total sehingga tak bisa digunakan dalam semua layanannya.

3. Google+

Sempat digadang-gadang jadi pesaing utama dari Facebook. Namun lamban laun kalah populer dengan Facebook, Twitter, dan Instagram.

Alasan utama penutupan Google+ bukan semata karena sepinya pengguna. Namun terjadinya kebocoran 500 ribu data pengguna.

4. Fiendster

Situs ini sangat populer di Asia Tenggara dan berhasil meraih lebih dari 115 juta pengguna saat mencapai puncak kejayaannya.

Friendster didirikan pada tahun 2002 dan mencapai popularitas tinggi beberapa tahun setelahnya. Mulai tahun 2008 situs ini mulai ditinggalkan oleh penggemarnya. Pengguna Friendster pada tahun 2010 tercatat hanya mencapai 8,2 juta pengguna aktif.

Tahun 2015 penurunan semakin tajam dan di tahun 2018 situs ini benar-benar ditutup.

5. Migme

Dirintis sejak 2005 oleh Steven Goh dan Mei Lin Ng, Migme cukup populer di beberapa negara seperti Indonesia, Nepal, India, hingga Afrika.

Bahkan di Afrika, Migme sudah tempat ajang mencari jodoh. Bahkan lebih populer dari Tinder di wilayah tersebut.

Sayangnya Migme mengalami masalah pendanaan yang akhirnya harus menjual layanannya.

Itulah tadi lima aplikasi dan media sosial yang gugur sebelum Path. Mana yang pernah kamu pakai?