Rabu, 08 Juli 2020
Agung Pratnyawan : Rabu, 30 Januari 2019 | 08:00 WIB

Hitekno.com - Menyebut drone, pasti yang terpikirkan adalah DJI. Tah heran karena produsen drone asal China ini telah menguasai pasar drone global.

Produsen asal China ini punya produk drone untuk beragam kelas. Dari kelas kecil ada DJ spark dan DJI Mavic, disusul yang lebih besar ada DJI Phantom dan Inspire.

Tak puas menguasai pasar drone saja, DJI mulai melirik industri lain. DJI ingin menggunakan teknologi yang dikuasai untuk merambah ke berbagai industri.

Seperti yang dikutip dari South China Morning Post, DJI mulai merilik industri pertanian secara serius. Dan jadi sasaran baru bagi DJI.

''Kami benar-benar menemukan kesuksesan di sisi konsumen dan sekarang memanfaatkan apa yang kami miliki ke industri lain,'' kata Bill Chen, partnership manager DJI.

DJI Phantom 4 Pro vs DJI Mavic. (T3.com)

''Salah satu bidang utama bisnis perusahaan adalah (penggunaan drone) dalam pertanian. Karena populasi dunia terus bertambah, kami harus menemukan cara canggih untuk memenuhi permintaan makanan yang terus meningkat,'' sambungnya.

Pasar industri pertanian memang bukan mainan baru DJI. Sebelumnya, DJI telah meluncurkan Agras MG-1 yang ditujukan untuk pertanian.

DJI Agras MG-1 ini dapat digunakan untuk menyemprotkan pupuk, menyiram pestisida, hingga menyebar benih di lahan pertanian yang luas.

Pergeseran strategi DJI ini agak berbeda dengan perusahaan teknologi China lainnya. Seperti Tencent yang ekspansi ke industri internet.

Sedangkan DJI malah memilih industri pertanian sebagai ekspansi bisnis mereka. Walau punya sasaran baru, DJI tidak akan meninggalkan industri drone yang sekarang.

Drone DJI Agras MG-1. (DJI)

''(DJI) masih mencari cara agar drone lebih mudah diakses dan menambah daya tahan baterai, juga membuat ukurannya semakin kecil,'' ucak Bill Chen.

''Di sisi perusahaan, kami melihat permintaan potensial yang besar akan drone telah menjadi kebutuhan wajib bagi banyak industri,'' lanjutnya.

Sementara itu, Pan Xuefei, analis dari perusahaan riset IDC, menyebutkan kalau pertumbuhan drone konsumen di China mengalami perlambatan.

Tingkat pertumbuhan tahunan di pasar drone konsumen China melambat jadi 73,2 persen di 2018 dari 80,6 persen tahun sebelumnya, berdasarkan data IDC.

Bisa dibilang langkah DJI untuk melebarkan jangkauan industri mereka adalah langkah tepat. Pasar industri pertanian nampaknya jadi mainan baru DJI mendatang.