Selasa, 07 April 2020
Agung Pratnyawan : Kamis, 31 Januari 2019 | 21:00 WIB

Hitekno.com - Smartphone iPhone baru banyak dikritik karena harganya yang kelewatan mahal. Nampaknya Apple mendengarkan kritik ini, dan diduga bakal menurunkan harga iPhone mendatang.

Tanda-tanda turunnya harga iPhone ini berawal dari CEO Apple, Tim Cook. Ia mengisyaratkan kalai Apple bakal memangkas harga iPhone di beberapa tempat.

Langkah ini diambil Apple sebagai upaya untuk mendorong angka penjualan yang menurun. Pendapatan dari iPhone, atas sebagian besar laba Apple, turun 15 persen dalam kuartal terbaru.

Secara keseluruhan, pendapatan perusahaan turun 5 persen dari tahun lalu menjadi sekitar 84,3 miliar dolar AS atau sekitar Rp 1.183,97 triliun.

Penurunanan ini memang telah diperkirakan dan Apple pun telah memperingatkan para investor. Apple menyalahkan sebagian masalah pada pelambatan ekonomi di China.

iPhone X. (unsplash/Tyler Lastovich)

Tetapi kepala eksekutif Tim Cook mengatakan, pelanggan juga berjuang dengan harga iPhone yang tinggi. Dia mengatakan, nilai dolar yang kuat, membuat produknya relatif lebih mahal, telah merusak penjualan Apple di pasar negara berkembang.

Saat ini, menurut situs web resmi Apple, iPhone Xs dengan tampilan layar 5,8 dijual seharga 999 dolar AS atau senilai Rp 14 jutaan di AS.

Sedangkan yang dijual di Inggris iPhone dihargai 999 poundsterling atau sekitar Rp 18,4 juta dan 8.699 Yuan atau seputar Rp 18,2 jutaan di China.

Tim Cook mengatakan Apple mulai bulan ini memberi potongan harga pada beberapa model iPhone untuk melindungi pelanggan dari dampak fluktuasi mata uang.

''Apa yang telah kami lakukan pada bulan Januari di beberapa lokasi dan [untuk] beberapa produk pada dasarnya menyerap sebagian atau semua pergerakan mata uang asing dibandingkan dengan tahun lalu,'' kata  Tim Cook.

iPhone XS Max. (Apple)

Namun, para eksekutif Apple mengatakan, mereka mengharapkan langkah ini terus berlanjut dilakukan perusahaan.

Apple memperkirakan pendapatan untuk tiga bulan hingga 31 Maret sebesar 55 miliar hingga 59 miliar dolar AS (Rp 772,8 triliun hingga Rp 828,98 triliun), menunjukkan penurunan setidaknya 3,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

''Lingkungan ekonomi makro, khususnya di pasar negara berkembang akan terus berada di sana,'' kata Luca Maestri, kepala keuangan Apple.

Pengiriman iPhone secara global mengalami kontraksi 5 persen pada tahun 2018, menurut Canalys, sebuah perusahaan analis pasar.

Tetapi harga saham perusahaan telah turun sekitar sepertiga sejak Oktober, di tengah kekhawatiran investor bahwa selera pembeli untuk iPhone melemah.

Ketakutan meningkat setelah Apple mengatakan akan berhenti melaporkan jumlah penjualan iPhone, iPad dan Mac setiap kuartalnya.

Pihak Apple mencatatkan, pendapatan penjualan triwulanan turun lebih dari 25 persen di wilayah Greater China, termasuk Hong Kong dan Taiwan, dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Penjualan juga tergelincir sekitar 3 persen berdasarkan tahun ke tahun di Eropa. Namun, di Amerika penjualan naik hampir 5 persen.

Pendapatan dari bisnis jasa juga melonjak 19 persen pada kuartal tersebut, yang berakhir pada 31 Desember.

Apakah langkah apple turunkan harga iPhone ini juga berdampak pada produk di Tanah Air? (Suara.com/Dythia Novianty)