Cesar Uji Tawakal
Mengenal Gurita Industri Smartphone BBK Electronics, Lengkap dengan Silsilah Merek

hitekno.com - Pasar smartphone memiliki beberapa pemain utama saat ini, di luar merek yang sudah dikenal seperti Apple dan Samsung. Huawei mencoba mengukuhkan dirinya sebagai merek terbesar kedua, berhasil masuk ke pasar Asia dan Eropa. Tetapi posisinya terancam karena larangan Huawei dari pasar dan teknologi AS.

Sekarang, BBK Electronics sedang melaju di depan persaingan, bahkan menantang goliat pasar seperti Samsung dan Apple. BBK adalah perusahaan multinasional Cina. Perusahaan tersebut memiliki sejumlah merek populer di berbagai pasar elektronik konsumen, termasuk headphone, pemutar Blu-Ray, dan smartphone.

BBK Electronics juga mengawasi sejumlah merek smartphone, seperti Oppo, Vivo, Realme, dan OnePlus. Penasaran siapa BBK Electronics? Berikut penjelasan mengenai BBK Electronics yang tim HiTekno.com rangkum untuk kamu.

BBK Electronics telah beroperasi di berbagai bagian industri elektronik China sejak tahun 1990-an. Duan Yongping, seorang miliarder yang mempelopori perusahaan ini. Setelah berhasil menghasilkan lebih dari 1 miliar Yuan dari konsol game "Subor", pesaing Nintendo, Duan meninggalkan posisinya menjalankan pabrik China pada tahun 1995.

Dia kemudian memulai perusahaan Bubugao, yang akhirnya menjadi BBK. Perusahaan kini memiliki pabrik yang tersebar di lahan seluas 10 hektar dan lebih dari 17.000 karyawan. BBK Electronics dimulai dengan memproduksi berbagai pemutar CD, MP3, dan DVD, bersama dengan peralatan rumah tangga lainnya. Ini muncul di bawah berbagai merk global.

Silsilah Merek Smartphone BKK Electronics

Smartphone Vivo pertama muncul pada tahun 2011 dengan fokus pada faktor bentuk ultra-tipis, sambil mengandalkan dukungan selebriti untuk memanfaatkan iklan smartphone tersebut. Bisnis inti Vivo adalah mid-ranger yang penuh fitur, tetapi menjadi berita utama dengan HP konsep eksperimental Apex dan seri Nex.

HP Realme memadukan teknologi mutakhir dengan label harga yang terjangkau. Itu bahkan berhasil merebut penghargaan Best of Android 2019. Duan juga tidak mendirikan OnePlus, merek BBK yang mungkin paling dikenal oleh pelanggan Barat. Sebagai gantinya, mantan wakil presiden Oppo Pete Lau dan salah satu pendiri Carl Pei mendirikan perusahaan pada tahun 2013.

OnePlus menargetkan penjualan online melalui platform seperti Amazon, yang telah membantu BBK memasuki pasar Eropa dan AS. BBK Electronics tidak puas hanya dengan memimpin di China. Merek gabungan perusahaan telah mengalahkan Xiaomi di India, yang tetap menjadi pusat pertumbuhan utama.

BBK telah berhasil menyesuaikan produknya agar sesuai dengan berbagai segmen pasar dengan menyebarkan dirinya ke berbagai merek. Strategi tersebut telah membuahkan hasil di China dan dengan cepat berkembang di seluruh India, dan sekarang juga di beberapa bagian Eropa.