Senin, 15 Agustus 2022
Agung Pratnyawan : Jum'at, 11 Maret 2022 | 19:54 WIB

Aktifkan Notifikasimu

Jadilah yang pertama menerima update berita penting dan informasi menarik lainnya.

Hitekno.com - Sony akhirnya bergabung dengan berbagai perusahaan yang mengutuk aksi invasi Rusia ke Ukraina. Yakni dengan menghentikan penjualan PlayStation di negara tersebut.

Tidak hanya menghentikan penjualan konsol game mereka, Sony juga menghentikan penjualan software di Rusia. Beberapa game baru pun tidak bisa didapatkan dari Rusia.

Perwakilan Sony mengatakan bahwa perusahaan telah menangguhkan semua produk software dan hardware di Rusia. Contohnya seperti game balap Gran Turismo 7 hingga toko aplikasi PlayStation Store.

"Sony Interactive Entertainment (SIE) bergabung dengan komunitas global dalam menyerukan perdamaian di Ukraina," kata Sony, dikutip dari CNBC, Kamis (10/3/2022).

Sony juga akan memberikan bantuan senilai 2 juta dolar AS atau Rp 28 miliar untuk para korban perang Rusia-Ukraina. Dana bantuan ini akan diserahkan ke United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR) dan NSO internasional Save the Children.

Hands-On controller DualSense PS5. (YouTube/ thegameawards)

Sony menambah daftar panjang perusahaan game yang menarik diri dari Rusia. Minggu lalu, banyak perusahaan dan pengembang game yang menghukum Rusia atas invasinya ke Ukraina.

CD Projekt selaku pengembang game Cyberpunk 2077 misalnya, mereka sudah memblokir semua penjualan game dan konten di Rusia serta Belarusia. Electronic Arts (EA) selaku pengembang FIFA 2022 juga melakukan hal serupa.

Lalu ada Microsoft yang turut menghentikan semua penjualan untuk produk seperti Xbox, software, hingga layanan berlangganan. Epic Games juga melakukan hal sama, di mana mereka menghentikan transaksi dalam game untuk pemain Rusia.

Itulah langkah perusahaan game termasuk Sony menghentikan penjualan di Rusia. Tak hanya konsol game PlayStation saja, namun mereka juga tidak menjual game di negera tersebut. (Suara.com/ Dicky Prastya).

BACA SELANJUTNYA

Tidak Bisa Bayar Karyawan, Google Bangkrut di Rusia