hitekno.com - Sebuah video pemukulan yang dilakukan oleh seseorang terhadap bocah berusia 14 tahun di pintu tol Jagorawi dari Cibubur, menjadi viral di media sosial.
Kronologi kejadian ini lalu dibagikan di akun Instagram bernama @edodut yang adalah salah satu keluarga korban.
Menurutnya, kejadian yang terjadi pada Rabu (22/08/2018) ini terjadi pada jam 10.00 pagi di Jalan Tol Jagorawi arah Jakarta dari Cibubur.
Edo yang saat itu sedang mengemudi, melakukan rem dengan mendadak karena sebuah mobil di depannya yang melakukan rem dengan mendadak.
Perilaku pengemudi mobil hitam ini hampir saja membuat Edo dan keluarganya hampir bertabrakan dengan mobil yang berada di belakangnya.
Pengemudi mobil captive tersebut langsung turun dari mobil dan berjalan ke arah mobil Edo. Menanggapi kedatangannya, Edo lalu membuka jendela.
Secara tiba-tiba pengemudi mobil hitam tersebut langsung mencekik lehernya. Adiknya yang berusia 14 tahun langsung turun dari pintu belakang dan melerai pertengkaran keduanya.
Ingin berniat baik, adiknya malah kena pukulan dari oknum pengemudi tersebut.
Setelah melakukan tindakan pemukulan, Edo langsung merekam kejadian yang berlangsung beserta dengan wajah oknum tersebut.
Tidak malu atau merasa bersalah, oknum ini malah mengangkat jempol ke arah kamera smartphone Edo.
Adik Edo yang bernama Rayhan saat ini sedang mendapat penanganan di sebuah rumah sakit di daerah Jakarta Pusat.
Dalam akun Instagram dari kakaknya yang bernama Reza, diketahui bahwa hidung Rayhan mengalami sedikit pembengkokan.
Sementara ini, kasus pemukulan yang dilakukan pada bocah 14 tahun ini masih dalam penanganan. Kita nantikan ya.
Berita Terkini
-
Website Baru Susah Nangkring di Google? Ternyata Ini Rahasia yang Dipakai Banyak Blogger
-
Local Media Community: Masukan terhadap Revisi UU Hak Cipta Demi Masa Depan Ekosistem Media di Indonesia
-
DTI Series 2026 Hadirkan Kolaborasi Pemerintah dan Industri untuk Percepatan Transformasi Digital Indonesia
-
Kolaborasi AI Dataiku dan Palang Merah Singapura Atasi Krisis Bencana
-
Mengapa Kepercayaan Digital di Asia Pasifik Membutuhkan Sistem Terintegrasi