Agung Pratnyawan
Logo Dataiku. [Dataiku]

Hitekno.com - Dataiku berkolaborasi dengan organisasi kemanusiaan, Palang Merah Singapura (Singapore Red Cross/SRC), untuk memperkuat respons bencana dan kesiapsiagaan kesehatan masyarakat melalui inisiatif bernama AI-for-Good milik Dataiku.

Inisiatif ini bertujuan membantu organisasi nirlaba (LSM) dalam mengatasi berbagai tantangan sosial, lingkungan, dan kemanusiaan yang kritis.

Sebagai bagian dari kolaborasi ini, Dataiku telah menyediakan akses terhadap platformnya kepada tim Humanitarian Innovation and Technology (HIT) Palang Merah Singapura, serta dukungan pro bono dari para data scientist dan engineer di Dataiku.

Dukungan tersebut dirancang untuk membantu SRC dalam mengoptimalkan pemanfaatan data dan memperluas dampaknya melalui skala penggunaan AI yang spesifik. 

Pemantauan Bencana di seluruh Asia Tenggara

Palang Merah Singapura telah memanfaatkan platform AI Dataiku untuk mengotomatiskan proses pemantauan bencana yang sebelumnya sangat bergantung pada pekerjaan manual tenaga manusia, mulai dari pengumpulan, pembersihan, hingga konsolidasi data terkait bencana alam, maupun yang disebabkan oleh aktivitas manusia.

Dengan mengadopsi platform AI Dataiku, SRC berhasil meningkatkan kecepatan, akurasi dan kualitas proses pemantauan, sekaligus mengatasi inkonsistensi format data.

Selain itu, platform AI Dataiku juga memungkinkan Palang Merah Singapura memperoleh wawasan lebih komprehensif dengan mengintegrasikan data kontekstual tambahan, seperti tren iklim dan pola cuaca, sehingga mendukung pengambilan keputusan yang lebih cepat dan berbasis data.

Meningkatkan Prediksi Wabah Leptospirosis di Thailand

Kolaborasi antara Palang Merah Singapura dan Dataiku juga menghasilkan kemampuan prediksi yang lebih akurat mengenai leptospirosis, sebuah penyakit yang ditularkan melalui air dan endemi di Thailand.

Dengan menerapkan model pembelajaran mesin pada data cuaca dan lingkungan, Palang Merah Singapura dapat memprediksi wabah dengan lebih baik dan memperkuat langkah-langkah intervensi dini, seperti perencanaan sumber daya untuk komunitas yang rentan, melalui pendekatan berbasis data.

Di seluruh kawasan Asia Pasifik, dampak bencana dan krisis kesehatan masyarakat terus meningkat dan perbedaan antara sekadar bereaksi dan mengantisipasi dapat berdampak pada ribuan nyawa,” ujar Andrew Boyd, SVP Asia Pacific & Japan, Dataiku. 

Yang membuat kolaborasi ini istimewa ialah bukan hanya teknologi yang digunakan, tetapi perubahan yang diwakilinya: mengarahkan organisasi kemanusiaan bergeser dari pendekatan retrospeksi kepada prospektif. Ketika AI berada di tangan tim di lapangan, AI menjadi pengali kekuatan – memungkinkan pengambilan keputusan yang lebih cepat, koordinasi yang lebih baik, dan pada akhirnya menciptakan komunitas yang lebih tangguh.” Charlotte Lambert, Head of AI-for-Good Program, Dataiku menambahkan,

AI-for-Good bukanlah sekadar menerapkan teknologi pada kasus penggunaan yang terisolasi – melainkan tentang mengubah secara mendasar cara dampak diberikan dalam skala besar. Apa yang sedang dibangun Palang Merah Singapura menunjukkan bagaimana AI dapat membantu organisasi menjangkau masyarakat lebih awal, merespons dengan lebih tepat, dan pada akhirnya menyelamatkan lebih banyak jiwa. Peluang sesungguhnya di masa depan bukan hanya mendukung organisasi individu, tetapi menciptakan model di mana LSM di seluruh dunia dapat menggunakan AI bertindak lebih cepat, merencanakan dengan lebih cerdas, dan melayani masyarakat saat dibutuhkan.” jelasnya.

Nur Hafiza AB Mutalif, Assistant Head of International Affairs, Singapore Red Cross mengatakan, “Di balik setiap titik data terdapat sebuah komunitas yang membutuhkan bantuan. Dengan menggabungkan teknologi dan keahlian kemanusiaan, kita dapat bertindak lebih cepat dan dengan presisi yang lebih tinggi, baik itu dengan mengantisipasi risiko sebelum memburuk, maupun memberikan bantuan pada saat yang paling krusial,"

"Kolaborasi ini memungkinkan kami mengubah data menjadi tindakan yang tepat waktu dan terarah, memastikan bahwa sumber daya sampai ke orang yang tepat, pada saat yang tepat. Pada akhirnya, ini bukan hanya soal membuat bantuan lebih cepat, tetapi juga lebih bermakna, berkelanjutan, dan responsif terhadap kondisi di lapangan." lanjugnya..

"Kami sangat senang dapat bekerja sama dengan para scientist dan engineer Dataiku untuk mengantisipasi risiko lebih awal, merencanakan dengan lebih akurat, serta memberikan bantuan dengan cara yang lebih terarah, tepat waktu, dan berkelanjutan dalam jangka panjang.” ungkapnya.

Program AI-for-Good dari Dataiku, yang diluncurkan pada tahun 2019, memberikan akses kepada organisasi nirlaba terhadap alat-alat AI dan keahlian sukarelawan untuk mendukung misi mereka.

Program global ini telah mendukung organisasi di seluruh dunia di berbagai bidang, seperti distribusi pangan, akses pendidikan, dan inisiatif lingkungan.