hitekno.com - Baru-baru ini netizen Indonesia dibuat heboh dengan sosok instruktur dari korps Sabhara yang viral dengan video aksinya melempar alat bela diri hingga benda sehari-hari yang diiringi dengan seruan ''Masuk Pak Eko''.
Keahlian sosok Eko Cahyono ini langsung menarik perhatian banyak orang. Video dan jargon khasnya ini langsung tersebar ke seluruh Indonesia melalui media sosial.
Tidak kaget jika kemudian para developer membuat game khusus untuknya dengan nama ''Masuk Pak Eko''.
Demam ''Masuk Pak Eko'' ini juga ikut viral hingga ke kancah Internasional lho. Produser musik dan DJ EDM, Marshmello juga ikut terserang demam ''Masuk Pak Eko''.
Tepat pada Kamis (30/08/2018), dalam akun Instagram resminya @marshmellomusic, ia mengunggah foto dirinya dengan caption ''Masuk Pak Eko''.
Dalam sekejap, unggahan tersebut langsung dibanjiri dengan komentar netizen Indonesia. Setidaknya, sudah terkumpul lebih dari 48.000 komentar.
''Curiga nih marsmello aslinya cak lontong'' tulis @erikalourful curiga dengan DJ yang tidak diketahui identitasnya ini.
''Aku curiga, si marsmellow ini orang Jawa... tiba2 tau Indonesia dan keviralannya'' waduh komentar @zackysedan ini juga curiga dengan sosok Marshmello nih.
''OMG marshmello tau 'masuk pak eko'? Gw sih amazed bgt ya kek literally gk nyangka aja gitu which is dia tau trending di Indonesia even tho dia bukan orang indonesia, at least indonesia jadi famous because marshmello tpi gw kek confused gitu thinking about it dan gatau mau ngomong apa kek probably speechless gitu,'' tulis @ruddy90s.
Wah, keren juga ya Pak Eko bisa sampai mendunia. Kira-kira DJ Marshmello ada rencana untuk bikin lagu mengenai ''Masuk Pak Eko'' nggak ya?
Berita Terkini
-
Website Baru Susah Nangkring di Google? Ternyata Ini Rahasia yang Dipakai Banyak Blogger
-
Local Media Community: Masukan terhadap Revisi UU Hak Cipta Demi Masa Depan Ekosistem Media di Indonesia
-
DTI Series 2026 Hadirkan Kolaborasi Pemerintah dan Industri untuk Percepatan Transformasi Digital Indonesia
-
Kolaborasi AI Dataiku dan Palang Merah Singapura Atasi Krisis Bencana
-
Mengapa Kepercayaan Digital di Asia Pasifik Membutuhkan Sistem Terintegrasi