hitekno.com - Praktis, ojek online atau ojol dianggap dapat memudahkan perjalanan. Tidak jarang kisah beberapa driver ojol menjadi viral di media sosial. Salah satunya kisah seorang driver ojol yang dapat orderan dari CEO aplikasi ini.
Kisahnya ini ia bagikan sendiri di akun Twitter pribadinya dengan nama @kurniaven pada Kamis (30/09/2018).
Nadiem Makarim, CEO yang membuat ide kreatif dan memperkenalkan salah satu aplikasi ojek online, Gojek menjadi penumpang Kurniaven malam itu.
Kurniaven mengaku jika dirinya ingin menawarkan Nadiem untuk mengisi saldo Gopay. Sayangnya, si CEO memiliki total saldo Gopay yang masih banyak.
''Dapet orderan boss Nadiem, mau nawarin gopay, tapi segen. Karna gopay nya dia pas gak ada limit nya. Padahal udah ceki'' tulis @kurniaven lengkap dengan foto dirinya bersama CEO-nya.
Dalam foto terlihat, Kurniaven yang ditutup matanya dengan emoji tersenyum ke arah kamera saat berfoto dengan Nadiem yang mengacungkan jempol ke arah kamera.
Kurniaven juga menandai akun Twitter @kejO_Online dan @YoGojekYo dalam cuitannya. Unggahannya ini langsung viral dan menjadi perbincangan banyak orang.
''Yang punya gojek, kalo naek gojek suka ngasih tips gak ya'' komentar @yogiadinugraha menebak apakah Nadiem memberikan tips ke Kurniaven atau tidak.
''Naik Gojek juga ya? Kirain bakal naik app sebelah biar lebih tau kompetitornya. Sepanjang perjalanan, kamu banyak curhat 'kah, Mas? Sekalian mumpung lagi sama Big Boss Gojek.'' tulis @bagusadisatya penasaran.
''Sambil inspeksi kayaknya tuh'' komentar @sepakbola24.
Jauh sebelumnya, Nadiem Makarim pernah melakukan order pada salah satu driver ojek online. Si driver tersebut langsung berubah tegang karena tidak percaya sedang mengantar si CEO.
Kita nantikan kisah driver ojol lainnya yang mendapat orderan CEO sendiri ya.
Berita Terkini
-
Website Baru Susah Nangkring di Google? Ternyata Ini Rahasia yang Dipakai Banyak Blogger
-
Local Media Community: Masukan terhadap Revisi UU Hak Cipta Demi Masa Depan Ekosistem Media di Indonesia
-
DTI Series 2026 Hadirkan Kolaborasi Pemerintah dan Industri untuk Percepatan Transformasi Digital Indonesia
-
Kolaborasi AI Dataiku dan Palang Merah Singapura Atasi Krisis Bencana
-
Mengapa Kepercayaan Digital di Asia Pasifik Membutuhkan Sistem Terintegrasi