hitekno.com - Atlet Asian Games 2018 tampaknya akan tersenyum lebar hari ini. Pasalnya, bonus hingga Rp 2,25 miliar diketahui sudah tertera di rekening mereka masing-masing dan menjadi viral di Twitter.
Akun Twitter @giewahyudi membagikan sebuah postingan video dengan durasi 18 detik yang membuat kaget netizen. Bagaimana tidak, isi video tersebut memperlihatkan terdapat rekening dengan jumlah saldo Rp 2,25 miliar.
Dalam video juga terlihat beberapa atlet dengan jaket merah berkerumun melihat salah satu rekening dengan saldo super besar.
Salah satu orang memberikan celotehan bahwa dengan jumlah saldo sebesar itu maka bisa pergi naik haji sekeluarga. Seperti yang telah diketahui sebelumnya, pemerintah Indonesia mempersiapkan bonus dengan total Rp 210 miliar bagi peraih medali dan non medali.
Dikutip dari Suara.com bonus tersebut sudah langsung dicairkan pada hari ini.
Bonus bagi peraih medali emas adalah sebesar Rp1,5 miliar secara penuh tanpa dipotong pajak. Untuk pasangan atau ganda, mendapatkan Rp1 miliar per orang dan Rp750 juta per orang untuk beregu.
Bagi peraih medali perak untuk tunggal mendapatkan Rp 500 juta, ganda Rp 400 juta, dan beregu Rp 300 juta per orang sedangkan perebut medali perunggu, dihadiahi Rp 250 juta, ganda Rp 200 juta dan beregu Rp 150 juta per atlet.
Dari video yang memperlihatkan saldo Rp 2,25 miliar langsung viral dan ditonton hingga puluhan ribu orang.
Tak hanya itu, cuitan tersebut mendapatkan hampir dua ribu retweet ketika artikel ini dibuat. Like mencapai lebih dari 1000 orang dengan ratusan netizen yang berkomentar.
Berikut beberapa komentar netizen setelah melihat video jumlah rekening Rp 2,25 Miliar:
1. Untung nggak nunggu beberapa bulan dulu ya !
Berita Terkini
-
Website Baru Susah Nangkring di Google? Ternyata Ini Rahasia yang Dipakai Banyak Blogger
-
Local Media Community: Masukan terhadap Revisi UU Hak Cipta Demi Masa Depan Ekosistem Media di Indonesia
-
DTI Series 2026 Hadirkan Kolaborasi Pemerintah dan Industri untuk Percepatan Transformasi Digital Indonesia
-
Kolaborasi AI Dataiku dan Palang Merah Singapura Atasi Krisis Bencana
-
Mengapa Kepercayaan Digital di Asia Pasifik Membutuhkan Sistem Terintegrasi