hitekno.com - Baru-baru ini netizen dibuat heboh dengan beredarnya sebuah screenshot dari unggahan netizen bernama Jonathan Sadikin. Pasalnya dalam screenshot tersebut, dirinya bertemu dengan seorang driver ojol yang adalah lulusan Universitas di Jerman.
Jonathan Sadikin sendiri adalah seorang pengacara yang baru saja menyelesaikan kuliahnya di salah satu universitas di Bandung.
Dalam screenshot yang berasal dari website Quora ini, Jonathan Sadikin mencoba menanggapi pertanyaan berjudul ''Apa saja percakapan berkesanmu dengan pengemudi ojek daring (Go-Jek/Grab)?''
Jonathan Sadikin lalu menanggapi pertanyaan tersebut dengan menceritakan pengalamannya menggunakan ojek online.
Salah satu pengalamannya adalah saat bertemu dengan driver ojol yang adalah lulusan master untuk Nuclear physics di Munich, Jerman.
''Harusnya saya masuk hukum aja kali ya,'' ungkapnya.
Banyak tanggapan beragam mengenai nasib driver lulusan Jerman ini. Beberapa menyayangkan alasan si driver memilih menjadi driver ojol. Ada pula yang menyalahkan pemerintah karena tidak memanfaatkan potensi anak bangsa.
''Parah emang nggak kasian sama ilmunya yang sudah lama dia perjuangin ):'' tulis @ajiprakoso8.
''Di Jerman aja udah... daripada disini bang, cari kerjaan susah.''
''Di negara sendiri ga diapresiasi tapi masalah "mengabdi pada negeri" memang urusan hati sih, dilemma,'' tulis @dininess.
''Makanya banyak orang indo kuliah diluar abis tuh ga balik ke indo :) orang ga jadi apa2 di indo,'' komentar @farahmufidah21_.
Si driver tentu punya alasan sendiri sehingga memilih untuk menjadi driver ojol. Mengenai kesempatan dalam bekerja memang tidak ada yang pernah tahu. Kita doakan yang terbaik untuk driver ojol lulusan Jerman ini ya.
Berita Terkini
-
Website Baru Susah Nangkring di Google? Ternyata Ini Rahasia yang Dipakai Banyak Blogger
-
Local Media Community: Masukan terhadap Revisi UU Hak Cipta Demi Masa Depan Ekosistem Media di Indonesia
-
DTI Series 2026 Hadirkan Kolaborasi Pemerintah dan Industri untuk Percepatan Transformasi Digital Indonesia
-
Kolaborasi AI Dataiku dan Palang Merah Singapura Atasi Krisis Bencana
-
Mengapa Kepercayaan Digital di Asia Pasifik Membutuhkan Sistem Terintegrasi