hitekno.com - Belum lama ini, sebuah video tindak kekerasan yang dilakukan seorang pria ke teman wanitanya menjadi viral di media sosial.
Video tersebut diunggah oleh akun Instagram @agoez_bandz pada Senin (01/10/2018). Dalam video terlihat beberapa orang yang sedang berkumpul.
Tiba-tiba si pria berteriak ke arah wanita, menarik jilbabnya kemudian memukulinya dengan sangat kasar.
Keduanya lalu dilerai oleh beberapa orang lainnya yang berada di lokasi tersebut. Si pria yang emosi terus berontak ketika sudah dipisahkan oleh beberapa pria.
Teman wanitanya ini mengatakan jika ibu si pria adalah seorang pelacur. Kesal dan tidak terima, si pria langsung melampiaskan emosinya dengan memukul wanita tersebut dengan kasar.
''aku bilang ibu kau pelacur!'' si wanita menjawab pertanyaan pria tersebut di awal video.
''Kau bilang apa pa mamaku?'' ungkap pria yang berteriak-teriak setelah dilerai.
Sudah dipisahkan namun masih saja emosi, keduanya sempat terlibat dalam cek-cok dan adu mulut. Si pria ternyata masih tidak terima dengan apa yang dikatakan oleh rekannya ini.
''Masih untung digituin doang, kalo gua pribadi sih udah gua sikat abis tuh cewe!'' tulis pemilik akun @radhityadipta.
''Ya wajar lah, gw juga Bakal Lakuin seperti cowo itu, Harga Diri Keluarga di Injak Injak'' tulis @wahyuaji69.
''Lah siapa yang ga marah si klo ibu nya dikatain pelacur?hajar udah.'' komentar @anggistiawn19.
''Gue kalo ortu gue dibilang kek gitu juga udh pasti gue gampar abis2 an'' tulis @fajaarmalik.
Sejak diunggah, video yang viral di media sosial termasuk Instagram mengenai tindak kekerasan pria ke teman wanitanya ini sudah ditonton sebanyak 44.311 kali dan mendapat 845 komentar dari sesama pengguna Instagram.
Berita Terkini
-
Website Baru Susah Nangkring di Google? Ternyata Ini Rahasia yang Dipakai Banyak Blogger
-
Local Media Community: Masukan terhadap Revisi UU Hak Cipta Demi Masa Depan Ekosistem Media di Indonesia
-
DTI Series 2026 Hadirkan Kolaborasi Pemerintah dan Industri untuk Percepatan Transformasi Digital Indonesia
-
Kolaborasi AI Dataiku dan Palang Merah Singapura Atasi Krisis Bencana
-
Mengapa Kepercayaan Digital di Asia Pasifik Membutuhkan Sistem Terintegrasi