hitekno.com - Setelah sebelumnya hadir dengan seri anime dan game, kini Pikachu akan segera rilis menjadi film. Diperankan oleh Ryan Renolds, film bertajuk Pokemon: Detective Pikachu ini rupanya mendapat reaksi beragam dari netizen.
Trailer film ini baru saja dirilis oleh Warner Bros Pictures pada Selasa (13/11/2018). Traiiler Pokemon: Detective Pikachu ini bahkan menempati urutan trending YouTube ke-37.
Dalam penggalan trailer, terlihat Kota Ryme yang menjadi tempat hidup antara manusia dan para Pokemon. Kamu akan menemukan berbagai jenis Pokemon dari anime ini di film produksi WB ini.
Ia lalu kedatangan sosok makhluk asing yang disebut Detektif Pikachu. Pikachu berusaha untuk membantu Tim menemukan ayahnya.
Uniknya, Pikachu dalam film ini diceritakan mampu berbicara layaknya manusia. Padahal sebelumnya, karakter Pikachu hanya mampu mengucap ''Pika.. Pika..''.
Penggemar merasa kecewa dengan nada khas Pikachu yang dibawakan oleh Ikue Otani tiba-tiba menghilang dari film Pokemon: Detective Pikachu ini.
Walaupun karakter Pikachu dan Jigglypuff's sukses membuat kecewa netizen. Untungnya, karakter Bulbasaur dan Mr. Mime tetap tampil serupa layaknya anime dan game.
Dilansir dari Soranews24, rupanya penggemar Pokemon dari negara asalnya, Jepang paling banyak menyampaikan protesnya.
''Saya selalu berpikir bahwa Pikachu sangat lembut..'' tulis salah satu netizen.
''Saya tidak terbiasa dengan suara yang keluar dari mulut Pikachu..'' komentar netizen lainnya.
Walaupun menimbulkan banyak protes dari netizen, Pokemon: Detective Pikachu tetap begitu dinantikan oleh siapa saja. Jangan lupa ke bioskop dan menontonnya pada 2019 mendatang ya.
Berita Terkini
-
Website Baru Susah Nangkring di Google? Ternyata Ini Rahasia yang Dipakai Banyak Blogger
-
Local Media Community: Masukan terhadap Revisi UU Hak Cipta Demi Masa Depan Ekosistem Media di Indonesia
-
DTI Series 2026 Hadirkan Kolaborasi Pemerintah dan Industri untuk Percepatan Transformasi Digital Indonesia
-
Kolaborasi AI Dataiku dan Palang Merah Singapura Atasi Krisis Bencana
-
Mengapa Kepercayaan Digital di Asia Pasifik Membutuhkan Sistem Terintegrasi