hitekno.com - Bencana tsunami di Selat Sunda kemarin malam, Sabtu (22/12/2018) menerjang kawasan Pandeglang, Serang dan Lampung Selatan.
Diduga penyebab tsunami kali ini adanya longsor yang terjadi di bawah laut, hal ini disampaikan oleh Sutopo Purwo Nugroho selaku Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB dalam akun Twitter pribadinya.
Musibah ini lantas menjadi perbincangan di dunia maya baik di Facebook dan Twitter.
Terkait hal ini Facebook mengaktifkan fitur khusus yang dapat membantu baik para korban bencana dan kerabat yang berada di lokasi tersebut.
Setelah masuk dalam halaman tersebut, pilih postingan yang mengabarkan mengenai tsunami Selat Sunda di Indonesia.
Tak hanya Facebook, Google Indonesia dalam cuitannya di Twitter resmi juga menyalakan peringatan SOS perihal bencana ini.
Google Indonesia dengan mudah menyediakan update terkini seputar tsunami yang terjadi di Selat Sunda.
Hingga kini, korban bencana tsunami terus bertambah, update terakhir di Twitter Sutopo Purwo Nugroho terdapat 168 orang dinyatakan meninggal dunia, 745 orang luka-luka, 30 orang hilang, 556 rumah rusak dan kerusakan fisik lainnya. Penanganan terus dilakukan. Evakuasi korban masih berlangsung.
Berita Terkini
-
Website Baru Susah Nangkring di Google? Ternyata Ini Rahasia yang Dipakai Banyak Blogger
-
Local Media Community: Masukan terhadap Revisi UU Hak Cipta Demi Masa Depan Ekosistem Media di Indonesia
-
DTI Series 2026 Hadirkan Kolaborasi Pemerintah dan Industri untuk Percepatan Transformasi Digital Indonesia
-
Kolaborasi AI Dataiku dan Palang Merah Singapura Atasi Krisis Bencana
-
Mengapa Kepercayaan Digital di Asia Pasifik Membutuhkan Sistem Terintegrasi