Jum'at, 24 September 2021
Agung Pratnyawan | Rezza Dwi Rachmanta : Rabu, 02 Januari 2019 | 22:30 WIB

Hitekno.com - Di era modern seperti saat ini, media sosial menjadi kewajiban yang harus dimiliki setiap orang.

Kamu sering diminta untuk berhati-hati dengan apa yang kamu posting secara online, karena ada selamanya.

Bahkan sekalipun kamu sudah mati, maka postingan tetap ada di dalam media sosial milikmu.

Bagi sebagian orang, memiliki opsi untuk mengunjungi akun media sosial seseorang yang sudah meninggal dapat memberikan kenyamanan.

Sementara yang lain lebih suka apabila halaman profile orang yang sudah meninggal dihapuskan.

Karena kedua dilema tersebut, beberapa platform media sosial menawarkan dua opsi.

Di Facebook, akun orang yang dicintai dapat diubah menjadi akun memorial atau ditutup selamanya.

Ketika Facebook melihat 8 ribu anggotanya meninggal setiap hari, mereka kemudian mengenalkan akun memorial.

Ilustrasi logo media sosial.(Pixabay/ Lobo Studio Hamburg)

Siapa pun dapat melaporkan pengguna yang meninggal sehingga akan mengunci akun secara permanen.

Itu dapat mencegah Facebook mengirim pembaruan atau muncul pemberitahuan ulang tahun.

Namun pada tahun 2015, Facebook mengenalkan fitur baru yang disebut dengan Legacy Contact.

Fitur itu memungkinkan teman-teman Facebook tidak dapat membaca riwayat pesan dari orang yang sudah meninggal.

Sebagai gantinya, mereka dapat mengubah profil mereka dan mengarsipkan kiriman serta foto kenangan dengan orang yang meninggal.

Pengguna juga dapat memilih untuk menghapus profil mereka secara permanen ketika mereka mati.

Mereka dapat menemukan fitur itu dengan memilih opsi setting > security.

Setelah kematian orang yang dicintai, anggota keluarga juga dapat meminta agar Facebook menghapus profil dengan mengirimkan sertifikat kematian.

Dikutip dari The Independent, Instagram juga memiliki kebijakan serupa untuk menghadapi pengguna mereka yang meninggal.

Menurut kebijakan Instagram, akun orang yang meninggal dapat dilaporkan dan kemudian diabadikan.

Anggota keluarga dekat juga dapat meminta agar akun tersebut dihapus.

Ilustrasi foto kenangan. (Pixabay/ Geralt)

Untuk memorialisasi akun, Instagram memerlukan bukti kematian dalam opsi ''such as a link to an obituary or news article''.

Di Twitter, satu-satunya opsi ketika seseorang meninggal adalah menonaktifkan akun.

Untuk melakukannya, Twitter mengharuskan anggota keluarga dekat untuk memberikan salinan ID mereka dan sertifikat orang yang meninggal.

Untuk pengguna Pinterest, platform akan menonaktifkan profile jika diminta oleh anggota keluarga.

Namun situs tersebut tidak menentukan bahwa mereka tidak akan memberikan informasi pribadi atau log-in apa pun setelah kematian pengguna.

Adapun akun email, Gmail juga akan menutup akun orang yang meninggal atas permintaan anggota keluarga dekat.

Platform email itu juga dapat menyediakan fitur ''provide content from a deceased user’s account'' dalam keadaan tertentu sehingga konten tetap terjaga.

Itulah yang terjadi pada media sosial milikmu setelah kamu meninggal, kamu ingin memilih opsi yang mana?

BACA SELANJUTNYA

Kisah MUA Remaja Kerja dari Subuh, Setelahnya Lanjut Sekolah Online