hitekno.com - Baru-baru ini, publik dikejutkan dengan salah satu cerita pria Singapura yang protes ke gerai makanan siap saji KFC untuk mengembalikan menu Hot Devils Drumlets yang tak lagi tersedia di menu sejak 2014 lalu.
Dilansir dari laman Mashable, pria Singapura ini bernama Farhan terus menerus memberikan kode menginginkan menu Hot Devils Drumlets lewat akun Twitter resmi KFC.
Farhan bahkan terus berkomentar bahwa dirinya ingin menu Hot Devils Drumlets kembali lewat segala iklan yang ditawarkan KFC lewat Twitter resminya.
Tak hanya itu, Farhan juga telah mengirimkan cuitan secara terus menerus kepada KFC selama setahun penuh.
Menariknya lagi yang membuatnya terkejut, KFC kembali menghadirkan menu favoritnya, yakni Hot Devils Drumlets.
Setelah mencoba melihat profil KFC tersebut, Farhan menyadari bahwa akun itu merupakan akun resmi.
Beruntung, Farhan akan diberi satu kotak Hot Devils Drumlets spesial untuknya sebelum menu tersebut diluncurkan kembali secara resmi di Singapura.
Bahkan salah seorang juru bicara KFC mengonfirmasi bahwa perusahaan tersebut mengakui kegigihan Farhan.
''Sebagai penghargaan kesungguhannya, kami ingin membuatnya merasakan Hot Devils Drumlets kembali,'' ungkap juru bicara KFC kepada Mashable.
Hingga kini belum disebutkan kapan pastinya menu favorit Farhan, Hot Devils Drumlets ini akan diluncurkan kembali.
Belum diketahui pula menu KFC tersebut akan diluncurkan kembali secara permanen atau hanya produk terbatas. Kita tunggu saja ya informasi selanjutnya.
Tulisan ini sebelumnya sudah pernah dimuat di Guideku.com dengan judul Ngambek Menu Favoritnya Hilang, Pria Ini Kirim Tweet ke KFC Selama Setahun.
Berita Terkini
-
Intip Trik Praktis Menyimpan Video YouTube yang Bisa Jadi Pilihan
-
Roadmap 2045 Sri Harjono, Tinggalkan Indikator Pertumbuhan Ekonomi dan Fokus Lapangan Kerja Formal
-
Mengenal Gauth AI, Bantu Siswa dari Mencari Jawaban hingga Menguasai Pelajaran
-
Website Baru Susah Nangkring di Google? Ternyata Ini Rahasia yang Dipakai Banyak Blogger
-
Local Media Community: Masukan terhadap Revisi UU Hak Cipta Demi Masa Depan Ekosistem Media di Indonesia