hitekno.com - Satelit Nusantara Satu telah diluncurkan menuju orbit dengan bantuan roket SpaceX Falcon 9. Nantinya, jika satelit milik PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN) beroperasi akan membawa Indonesia ke swasembada broadband.
Sebagai informasi, Satelit Nusantara Satu menjadi satelit pertama Indonesia yang memakai teknologi High throughput satellite HTS).
Dengan teknologi yang dibawa Satelit Nusantara Satu ini, diharapkan mampu membantu pemerintah dalam mencapai swasembada broadband di Indonesia.
Menurut Direktur Jaringan PSN Heru Dwikartono, swasembada broadband adalah sebuah kondisi ketika satelit mampu memenuhi kebutuhan internet broadband di Indonesia dengan infrastruktur buatan lokal.
Namun faktanya, masyarakat Indonesia saat ini masih kekurangan akses internet karena banyak faktor.
Meski begitu, satelit Nusantara Satu akan membuka gerbang bagi PSN untuk mendorong terwujudnya swasembada broadband. Setelah Nusantara Satu, PSN juga menyiapkan Nusantara Dua dan Tiga.
''Kalau total kapasitas yang dibawa seluruh satelit kami sudah meluncur, mudah-mudahan sih sudah bisa memenuhi kebutuhan broadband internet dengan satelit dan infrastruktur lain yang ada di Indonesia,'' ujar Heru.
Di sisi lain, Kementerian Komunikasi dan Informatika memperkirakan bahwa kebutuhan broadband di Indonesia mencapai 150 Gbps.
Sedangkan saat ini, Group Head Space System Group PSN Indri Prijatmodjo mengatakan bahwa satelit-satelit milik Indonesia hanya mampu menyediakan kapasitas sebesar 30 Gbps.
Karena itu, Indri berharap bahwa dua satelit lanjutan milik PSN (Nusantara Dua dan Tiga) yang akan diluncurkan pada kuartal kedua tahun 2020 dan tahun 2022, dapat mempercepat Indonesia menuju swasembada broadband.
''Kita juga dengar ada inisiatif dari pemerintah untuk meluncurkan satelit berikutnya yang kalau tidak salah jumlahnya bisa menyuplai (kapasitas) sampai 150 Gbps. Jadi mungkin saat nanti satelit pemerintah bisa meluncur itu kita bisa swasembada broadband,'' katanya.
Nantikan saja kiprah Satelit Nusantara Satu membawa Indonesia ke swasembada broadband. (Suara.com/Tivan Rahmat)
Berita Terkini
-
Kolaborasi AI Dataiku dan Palang Merah Singapura Atasi Krisis Bencana
-
Mengapa Kepercayaan Digital di Asia Pasifik Membutuhkan Sistem Terintegrasi
-
Laba Bersih Arkadia Digital Media Melonjak 45,1 Persen Sepanjang 2025
-
Peran Penting Identitas Digital Dalam Sistem Akses Terintegrasi Di Asia
-
Mengenal Keunggulan Pippit AI, Sulap Rekaman Video Buram Jadi Jernih