hitekno.com - Kiriman beras yang diunggah oleh salah satu netizen ini berhasil viral di Facebook. Bagaimana tidak, karung beras itu justru mengandung banyak nasihat yang menurut netizen sangat lucu.
Akun Facebook bernama Arman diketahui membagikan postingannya di salah satu forum parodi Indonesia, KHI (Kerajaan Humor Indonesia) Satu.
Bukannya taat pada nasihat orangtua yang dibagikan di karung beras, netizen justru terhibur dengan isi nasihat yang ada di karung beras itu.
Postingan yang diunggah oleh Amran ini berhasil viral setelah mendapatkan lebih dari 650 Like dan puluhan komentar.
Diketahui bahwa karung beras itu ditujukan untuk sang anak yang sedang mengenyam kuliah di Makassar.
Beberapa penggalan nasihat di karung beras itu adalah ''rajin sholat nak, rajin masuk kampus, dan jangan suka masuk kafe''.
Penggalan nasihat lainnya adalah ''beras ini jangan dibagi-bagi dan jangan suka panggil temanmu makan''.
Nasihat di kiriman beras itu juga ditandatangani oleh orangtua sang anak yang diketahui berasal dari kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan.
Tulisan tersebut dianggap lucu oleh netizen meski ada juga yang menganggap itu adalah ajakan yang positif.
''Itu bukannya pelit, tapi ngajarin orang buat sadar. Haha,'' komentar Baso Fadly Anggara.
''Menurut saya cara itu ngga instan karena ribet mana berat lagi, harusnya kirim via ATM aja, biar nanti pas anaknya ngambil di ATM beliau bawa kresek, hmm udah itu aja,'' tulis Rendy Triyandi dengan balasan kocak.
''Lah ini kebutuhan individu, kalau orang lain minta mah gatau diri juga. Apalagi abis minta ga ada feedback,'' balas Nahdamarp Andi.
Itulah tadi kiriman beras penuh dengan nasihat yang viral di Facebook, bagaimana dengan pendapatmu?
Berita Terkini
-
Website Baru Susah Nangkring di Google? Ternyata Ini Rahasia yang Dipakai Banyak Blogger
-
Local Media Community: Masukan terhadap Revisi UU Hak Cipta Demi Masa Depan Ekosistem Media di Indonesia
-
DTI Series 2026 Hadirkan Kolaborasi Pemerintah dan Industri untuk Percepatan Transformasi Digital Indonesia
-
Kolaborasi AI Dataiku dan Palang Merah Singapura Atasi Krisis Bencana
-
Mengapa Kepercayaan Digital di Asia Pasifik Membutuhkan Sistem Terintegrasi