hitekno.com - Seorang bocah di China berusia 11 tahun nekat membobol tabungan pensiun milik kakeknya untuk membayar presenter live streaming favoritnya.
Sang kakek yang diketahui bernama panggilan Li yang bertempat tinggal di provinsi Sichuan, kaget tiba-tiba uangnya mendadak hilang dalam jumlah besar dari rekeningnya.
Dikutip dari Daily Mail, setelah Li memeriksa bukti transaksi, ia baru menyadari bahwa hampir seluruh simpanan pensiunnya raib ke salah satu website video online terbesar di China, iQiyi.
Tabungan pensiunan sang kakek yang awalnya berjumlah Rp 84 juta dan tinggal Rp 1,2 juta yang tersisa di rekening.
Ketika dimarahi, sang cucu bernama Xiaowei mengakui dia bahwa dirinya yang menghabiskan uang itu untuk memberi hadiah pada presenter live streaming favoritnya.
''Cucunya, Xiaowei suka bermain dengan ponselku dan tahu password dari akun onlinenya'' akui Li.
Hal itu awalnya sengaja dia lakukan agar cucunya bisa membayar makanan ketika lapar. Namun hal itu ternyata disalahgunakan oleh sang cucu.
Catatan bank menunjukkan kalau sang cucu telah melakukan 54 transaksi di iQyi, di mana hal itu ia akan mendapatkan mata uang virtual.
Mata uang virtual tersebut lalu dapat diberikan pada presenter, membeli video bahkan bermain game.
Aksi cucu yang menyalahgunakan tabungan kakeknya ini dilaporkan pada iQyi, pihak menawarkan pengembalian uang karena setelah dilakukan investigasi, Xiaowei sang cucu dianggap masih di bawah umur,
Tenyata kejadian serupa sudah beberapa kali ada di China, belum lama ini juga seorang anak membayar ratusan juta milik orang tuanya untuk presenter live streaming.
Tag
Berita Terkini
-
Mengenal Gauth AI, Bantu Siswa dari Mencari Jawaban hingga Menguasai Pelajaran
-
Website Baru Susah Nangkring di Google? Ternyata Ini Rahasia yang Dipakai Banyak Blogger
-
Local Media Community: Masukan terhadap Revisi UU Hak Cipta Demi Masa Depan Ekosistem Media di Indonesia
-
DTI Series 2026 Hadirkan Kolaborasi Pemerintah dan Industri untuk Percepatan Transformasi Digital Indonesia
-
Kolaborasi AI Dataiku dan Palang Merah Singapura Atasi Krisis Bencana