hitekno.com - Seorang pengemis di Bogor tercyduk netizen mengendarai mobil pribadi. Bahkan pengemis ini tua ini pulang-pergi 'kerja' naik mobil yang tak murah.
Kisah pengemis bertampang lusuh tapi punya harta melimpah memang bukan pertama kali. Bahkan ada kisah kampung yang mayoritas warganya berprofesi pengemis meski punya rumah mewah.
Namun kisah pengemis satu ini menjadi perhatian netizen hingga viral di Twitter. Karena tak sedikit netizen yang pernah melihatnya secara langsung.
Seorang netizen dengan akun @KingAmabillis membagikan temuannya seorang pengemis di Bogor ini. Ia mempostingkan foto seorang pria tua sedang membuka kunci pintu mobil.
Menurut netizen ini, pria ini setiap harinya menjadi pengemis di Bogor. Disebutkannya pengemis ini berangkat-pulang 'kerja' dengan mengendarai mobilnya sendiri.
Melihat postinga foto pengemis ini, ternyata banyak netizen yang mengaku tidak asing sosoknya. Netizen mengaku sering melihatnya mengemis.
''Wkwkwk gue sering liat dia di perempatan mcd semplak,'' ungkap @elsasasa97.
''asli ini kakek2 idung kapas yang sering gw liat,'' tulis @irfan_zidni.
''Gw sk liat d yasmin,'' komentar @skisoblu.
''Ini yang sering di depan ATM centernya kampus aq,'' kata @khalivia.
''Dari jaman nyampe di dramaga udah pernah liat bapak2 ini. Wow ga nyangka,'' komentar @erni_acc.
''Kalian baik sekali mensedekahi orang ini hingga bisa beli mobil,'' salut @Minimee97858176.
''Gokil, pernah liat dan pernah ngasih karna kasian. Ternyata dinasnya naik mobil,'' tulis @matchatteee.
Itulah reaksi netizen mengetahui pengemis di Bogor yang mereka lihat ternyata mengendarai mobil untuk berangkat dan pulang 'kerja'. Bagaimana menurutmu?
Berita Terkini
-
Website Baru Susah Nangkring di Google? Ternyata Ini Rahasia yang Dipakai Banyak Blogger
-
Local Media Community: Masukan terhadap Revisi UU Hak Cipta Demi Masa Depan Ekosistem Media di Indonesia
-
DTI Series 2026 Hadirkan Kolaborasi Pemerintah dan Industri untuk Percepatan Transformasi Digital Indonesia
-
Kolaborasi AI Dataiku dan Palang Merah Singapura Atasi Krisis Bencana
-
Mengapa Kepercayaan Digital di Asia Pasifik Membutuhkan Sistem Terintegrasi